Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Yogyakarta Siap Operasionalkan Pasar Terban Usai Revitalisasi

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T03:13:23Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyatakan kesiapan untuk mengoperasionalkan kembali Pasar Terban di Kemantren Gondokusuman setelah proses revitalisasi rampung. Pasar tersebut direncanakan mulai beroperasi penuh pada Januari 2025.


Kesiapan pembukaan Pasar Terban disampaikan Wali Kota Yogyakarta saat menghadiri tradisi Wiwitan Pasar Terban, sebagai tanda dimulainya kembali aktivitas pasar pasca revitalisasi, Selasa (30/12/2025).


Wali Kota Yogyakarta mengatakan, tradisi wiwitan menjadi simbol rasa syukur sekaligus momentum penting bagi kebangkitan Pasar Terban sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, revitalisasi pasar tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan tata kelola.


“Pasar tradisional harus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Modernisasi layanan, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pasar tetap diminati masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, pasar memiliki peran strategis bukan sekadar sebagai tempat transaksi jual beli, melainkan pusat kehidupan sosial warga. Oleh karena itu, aspek kebersihan, pengelolaan limbah, serta penerapan standar halal harus menjadi perhatian utama.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, V. Ambar Ismuwardhani, menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Terban dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksana sejak April hingga September 2025. Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana perdagangan rakyat.


“Berdasarkan ketentuan, pasar yang telah selesai direvitalisasi harus segera dioperasionalkan. Karena itu, kami menargetkan Pasar Terban mulai beroperasi secara penuh pada 10 Januari 2025,” jelasnya.


Ambar menerangkan, Pasar Terban dirancang sebagai pasar percontohan nasional dengan konsep pasar ayam yang aman, nyaman, bersih, dan halal. Bangunan yang sebelumnya hanya satu lantai kini dikembangkan menjadi tiga lantai dengan fungsi yang lebih terintegrasi.


Lantai pertama difungsikan untuk pemotongan dan penjualan ayam, bebek, serta sayuran. Lantai kedua digunakan untuk kios kelontong, jasa, dan kebutuhan harian. Sementara lantai ketiga disiapkan sebagai area kuliner, ruang aktivitas, dan produksi. Pasar ini juga menampung pedagang kaki lima terdampak penataan kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).


“Total pedagang yang akan menempati Pasar Terban sekitar 489 orang. Seluruhnya telah melalui proses sosialisasi dan pendataan,” tambahnya.


Dukungan terhadap pengoperasian Pasar Terban juga datang dari DPRD Kota Yogyakarta. Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Ipung Purwandari, menilai penataan Pasar Terban sebagai sentra perdagangan ayam sekaligus ruang usaha UMKM dan kuliner akan memberikan kemudahan bagi masyarakat.


“Pasar ini diharapkan menjadi ruang usaha yang aman, nyaman, bersih, dan halal bagi pelaku UMKM. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, Pasar Terban juga berpotensi menjadi destinasi wisata keluarga,” katanya.


Sementara itu, Ketua Paguyuban Mitra Unggas Sejahtera Pasar Terban, Faisal Rabidi, mewakili para pedagang, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah revitalisasi pasar dilakukan.


“Kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Dulu saat hujan sering becek dan kurang layak, sekarang pasar terlihat modern, bersih, higienis, dan tidak berbau. Semoga berdampak pada meningkatnya jumlah pembeli dan kesejahteraan pedagang,” tuturnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya Dinas Perdagangan, atas perhatian dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pasar rakyat. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update