Notification

×

Iklan

Iklan

MPM Muhammadiyah Gelar Outlook 2026, Dorong Transformasi Pemberdayaan Berbasis Empowerment dan Kewirausahaan

Sabtu, 03 Januari 2026 | Januari 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-03T08:49:15Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan MPM Outlook 2026 pada Sabtu (3/1/2026) di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah baru strategi pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah di masa mendatang.


Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, yang menyampaikan sambutan secara daring, menegaskan bahwa Outlook 2026 dirancang sebagai wadah untuk mengevaluasi sekaligus memikirkan ulang model pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan MPM.


“Agenda ini penting untuk melihat kembali apa yang sudah kita rancang dan laksanakan, sekaligus memikirkan bagaimana arah baru pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah ke depan,” ujarnya.


Hilman menyoroti pola pemberdayaan yang selama ini banyak bertumpu pada filantropi Islam. Menurutnya, pendekatan tersebut perlu dikaji ulang keberlanjutannya di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang.


“Pertanyaannya, sampai kapan pemberdayaan masyarakat hanya mengandalkan filantropi? Karena itu perlu ada pendekatan baru yang lebih berkelanjutan,” katanya.


Sebagai jawabannya, Hilman menawarkan konsep philantropreneurship, yakni penggabungan antara filantropi dan kewirausahaan sebagai basis pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan keislaman.


Guru Besar Filantropi Islam ini juga menekankan perbedaan antara istilah development dan empowerment. Menurutnya, pemberdayaan lebih tepat dimaknai sebagai empowerment.


“Development lebih menekankan pada penyediaan fasilitas. Sementara empowerment itu menguatkan dari dalam, memberikan kemampuan, menambah daya dan kapasitas kelompok masyarakat,” jelasnya.


Ia menambahkan, empowerment berarti mendorong masyarakat agar mampu mengambil keputusan sendiri dan menentukan arah hidupnya tanpa ketergantungan pada pihak eksternal. Meski demikian, Hilman menilai praktik yang selama ini dilakukan MPM merupakan kombinasi antara development dan empowerment.


Mengacu pada berbagai literatur, Hilman juga menyampaikan bahwa masa depan pemberdayaan masyarakat terletak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi baru. 


"Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya transformasi masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman," tambahnya.


Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam MPM Outlook 2026 adalah “Masyarakat Berdaya, Indonesia Berjaya”. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran internal MPM PP Muhammadiyah serta dihadiri sejumlah perwakilan media.


Yamin menyampaikan bahwa MPM Outlook 2026 merupakan agenda rutin MPM PP Muhammadiyah yang dikemas secara berbeda. Jika sebelumnya berbentuk rapat konsolidasi, kali ini dikembangkan menjadi forum refleksi dan proyeksi masa depan.


“Outlook ini lahir dari kesadaran akan waktu. Hidup manusia terbagi atas masa lalu, masa kini, dan masa depan. Karena itu kita perlu menyiapkan langkah ke depan dengan matang,” ungkapnya.


Dalam menghadapi dinamika sosial yang terus bergerak, Yamin menegaskan bahwa MPM tidak boleh ragu melakukan penyesuaian strategi, termasuk repositioning hingga replacement jika memang dibutuhkan.


“Dinamika sosial berjalan sangat cepat dan distributif. Maka konsolidasi ke depan tidak boleh takut pada perubahan,” katanya.


Meski demikian, Yamin memastikan seluruh langkah dan kebijakan MPM tetap selaras dengan keputusan Muktamar Muhammadiyah. Secara khusus, MPM memfokuskan diri pada salah satu dari delapan program prioritas Muktamar ke-48 Muhammadiyah.


“MPM konsisten pada program prioritas nomor tiga, yaitu memperkuat dan memperluas basis umat di akar rumput melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, Dakwah Kultural, serta Dakwah Komunitas,” pungkasnya.


Dengan Outlook 2026 ini, MPM PP Muhammadiyah berharap dapat melahirkan strategi pemberdayaan masyarakat yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan sosial-ekonomi di masa depan. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update