Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hangat di Tenggorokan, Perlu Bijak Dikonsumsi: Memahami Kandungan Kayu Manis dalam “Obat Herbal” Kemasan

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-11T12:45:41Z


Jakarta, ISUETERKININEWS.COM – Minuman herbal kemasan saset masih menjadi pilihan banyak orang ketika kondisi tubuh mulai menurun. Saat tenggorokan terasa kurang nyaman, badan meriang, atau perut terasa mual, produk herbal siap minum sering dianggap praktis untuk membantu memberi rasa hangat pada tubuh.


Salah satu bahan yang kerap digunakan dalam produk tersebut adalah kayu manis. Rempah ini dikenal memiliki aroma khas dan sensasi hangat yang lekat dengan minuman tradisional. Namun di balik manfaat dan rasanya, konsumsi kayu manis tetap perlu diperhatikan, terutama jika diminum terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.


Tidak banyak yang mengetahui bahwa kayu manis memiliki beberapa jenis. Kayu manis Ceylon dikenal mempunyai kandungan kumarin yang rendah. Sementara itu, jenis Cassia atau Cinnamomum burmannii lebih umum digunakan dalam industri karena aromanya lebih tajam dan harganya relatif lebih murah.


Kumarin sendiri merupakan senyawa alami yang memberikan aroma khas pada kayu manis. Meski berasal dari bahan alami, sejumlah lembaga kesehatan internasional menyebut konsumsi kumarin dalam jumlah tinggi secara terus-menerus berpotensi memberi dampak pada kesehatan hati.


Badan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas asupan harian kumarin sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan per hari. Beberapa lembaga kesehatan di Eropa juga mengingatkan bahwa sebagian orang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap senyawa tersebut.


Sejumlah penelitian toksikologi juga menyoroti penggunaan ekstrak kayu manis Cassia dalam dosis tinggi yang dikaitkan dengan risiko gangguan fungsi hati dan ginjal. Selain itu, masyarakat yang sedang mengonsumsi obat tertentu, terutama obat pengencer darah, disarankan lebih berhati-hati karena kandungan tertentu pada kayu manis dapat memengaruhi kerja obat.


Peneliti menjelaskan bahwa ketika diproses di dalam tubuh, sebagian kumarin dapat berubah menjadi senyawa yang membebani kerja hati. Risiko ini disebut lebih besar pada individu dengan kondisi hati sensitif atau faktor genetik tertentu.


Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa produk herbal tetap dapat dikonsumsi secara aman selama digunakan sesuai aturan dan tidak berlebihan. Masyarakat juga diimbau lebih teliti membaca komposisi produk dan memperhatikan anjuran konsumsi yang tertera pada kemasan.


Pakar kesehatan mengingatkan bahwa label “alami” bukan berarti sepenuhnya tanpa risiko. Karena itu, pemahaman mengenai kandungan bahan herbal dinilai penting agar masyarakat tetap bisa mendapatkan manfaat tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.


Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal modern, sikap bijak dalam memilih dan mengonsumsi produk menjadi hal yang perlu diperhatikan demi menjaga kesehatan secara menyeluruh. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update