Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Cahaya lilin perdamaian menyala di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) malam. Di tengah suasana khidmat Perayaan Waisak Sannipatta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026, pesan tentang toleransi, persaudaraan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman kembali digaungkan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang hadir dalam perayaan tersebut mengajak masyarakat untuk terus merawat kerukunan sebagai kekuatan utama Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya, kota pendidikan, sekaligus rumah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurut Hasto, semangat Waisak tidak hanya menjadi refleksi spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga membawa pesan universal yang relevan bagi seluruh masyarakat, yakni pentingnya menjaga ketenteraman, toleransi, dan keharmonisan sosial.
“Semangat Waisak mengajarkan pentingnya ketenteraman, toleransi, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang kita miliki,” ujar Hasto.
Dalam sambutannya, Hasto mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Yogyakarta merupakan anugerah sekaligus kekuatan yang perlu terus dijaga bersama. Di kota ini, berbagai suku, etnis, agama, budaya, dan tradisi hidup berdampingan serta membentuk wajah Yogyakarta yang dikenal ramah dan inklusif.
Baginya, perbedaan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keberagaman merupakan modal sosial yang dapat memperkuat persatuan dan memperkaya kehidupan bermasyarakat.
“Perbedaan yang ada bukanlah penghalang, melainkan modal sosial yang harus terus dirawat untuk mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Perayaan Waisak tahun ini juga menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat. Tokoh agama, unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dan warga hadir bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Hasto menilai nilai-nilai yang diajarkan dalam Dharma, seperti cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, dan perdamaian, dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong.
“Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan,” tuturnya.
Momen yang paling menyentuh dalam perayaan tersebut terjadi saat prosesi penyalaan Lilin Perdamaian. Cahaya lilin yang menyala serentak menjadi simbol harapan akan terwujudnya kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa, perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 menghadirkan pesan sederhana namun penting: bahwa toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan tetap menjadi kunci untuk menjaga persatuan.
Melalui momentum Waisak, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semangat persaudaraan dan harmoni sosial terus tumbuh, sehingga Yogyakarta tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Fqh).

