Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Jogja Fashion Week (JFW) 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/8/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-21, ajang fashion tersebut menargetkan nilai transaksi mencapai Rp2 miliar sekaligus mendorong produk fashion asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menembus pasar global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Anton Raharja, mengatakan JFW merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat fashion dunia serta meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke mancanegara.
“Jogja Fashion Week kali ini merupakan salah satu bagian dari upaya yang dilakukan oleh Disperindag DIY untuk mewujudkan Jogja sebagai pusat fashion dunia sesuai amanat Bapak Gubernur DIY dan untuk meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke mancanegara,” ujar Anton kepada wartawan seusai pembukaan JFW 2026 di JEC.
JFW 2026 mengusung tema “Roots to Resonance, Beyond” atau dari akar budaya bergema ke dunia. Tema tersebut menjadi pijakan untuk mengangkat warisan budaya sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan karya fashion baru yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun internasional.
Menurut Anton, penyelenggaraan JFW terus berkembang hingga menjadi salah satu ajang fashion yang diperhitungkan di Indonesia.
Rangkaian JFW 2026 telah dimulai sejak Februari melalui Launching JogFW 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) pada 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut mendapat pemberitaan dari 38 media lokal dan nasional, terdiri atas 31 media berita, tiga televisi nasional, dan empat televisi lokal.
Rangkaian dilanjutkan dengan Jogja Sports Streetwear Show pada 6-7 Juni 2026. Kegiatan tersebut digelar merespons meningkatnya antusiasme masyarakat DIY terhadap wellness lifestyle dan sportswear lifestyle.
Pada gelaran utama JFW 2026, terdapat 13 sesi fashion show yang melibatkan 164 desainer dan 116 model. Selain itu, terdapat 20 finalis Jogja Fashion Designer Competition.
JFW 2026 juga menghadirkan Fashion Exhibition di Hall B JEC dengan 132 booth IKM. Sebanyak 20 IKM difasilitasi Dinas, sementara 62 IKM lainnya merupakan IKM mandiri hasil kolaborasi dengan kementerian, asosiasi dan pihak swasta, serta terdapat delapan island.
Sementara Jogja Fashion Designer Competition diikuti 86 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Program lainnya yakni Batik Casual Appreciation Fashion Show yang melibatkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen penggunaan batik casual khas Yogyakarta sekaligus mendukung pengembangan IKM sektor fashion dan pelestarian batik sebagai identitas budaya daerah.
JFW 2026 juga menghadirkan fashion talk yang melibatkan berbagai komunitas.
Anton mengatakan JFW tidak hanya diarahkan sebagai perhelatan mode, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas, dan daya saing industri fashion DIY.
“Jogja Fashion Week 2026 bukan sekadar perhelatan mode, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas, dan daya saing industri fashion Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.
Ia berharap JFW 2026 dapat membuka peluang lebih luas bagi desainer, pelaku industri, UMKM, dan seluruh ekosistem fashion di Yogyakarta untuk berkembang dan menembus pasar global.
Pembukaan JFW 2026 dihadiri Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Dekranasda DIY, Kabupaten Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah DIY, bupati dan wali kota se-DIY atau perwakilannya, perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, kepala OPD Pemda DIY, perwakilan Dekranasda, perbankan, akademisi, KADIN, asosiasi, perhotelan, serta pelaku dan pecinta fashion.
Dengan target transaksi Rp2 miliar, JFW 2026 diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus transaksi bagi produk fashion lokal, serta memperkuat posisi Yogyakarta dalam peta industri fashion nasional dan pasar internasional. (Fqh).


