Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mahasiswa UAJY Rancang SIMANTAP, Dorong Digitalisasi Pengelolaan Aset Kalurahan Condongcatur

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-15T11:23:09Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Upaya digitalisasi pengelolaan aset di tingkat kalurahan mendapat sentuhan inovasi dari mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Yosafat William Sinar Wiharono, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY, merancang Sistem Informasi Manajemen Aset Terpadu (SIMANTAP) untuk Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.


SIMANTAP dikembangkan Yosafat William Sinar Wiharono melalui penelitian skripsi berjudul “Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Peminjaman dan Sewa Aset pada Kalurahan Condongcatur Berbasis Google Apps Script.”


Penelitian tersebut berlangsung sekitar lima bulan, mulai 16 Maret hingga 14 Agustus 2026. Setelah melalui rangkaian observasi, wawancara, hingga pengembangan sistem, hasil penelitian dipresentasikan kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur di Ruang Sasana Wicara, Kantor Kalurahan Condongcatur, Jum'at (14/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut hadir Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc., Kaur Tata Laksana Condongcatur Andree Setiawan, S.H.I., dan Staf Carik Wasana, S.H.


Gagasan membuat SIMANTAP muncul setelah Yosafat William Sinar Wiharono mengamati proses peminjaman dan penyewaan aset di Kalurahan Condongcatur. Dari pengamatan itu, ia kemudian menggali lebih jauh kebutuhan pengelolaan aset melalui wawancara dengan perangkat kalurahan.


Proses tersebut memberinya gambaran mengenai alur administrasi yang berjalan sekaligus kebutuhan sistem yang dapat membantu pengelolaan aset. Temuan selama penelitian selanjutnya menjadi dasar pengembangan SIMANTAP dengan memanfaatkan Google Apps Script.


Sistem itu dirancang agar proses pencatatan, pemanfaatan, hingga pemantauan aset dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.


Kelola Peminjaman dan Penyewaan Aset


SIMANTAP tidak hanya memuat daftar aset. Di dalamnya terdapat pengelolaan data kategori aset, lokasi, pegawai, pihak eksternal, hingga kondisi setiap aset.


Pencatatan peminjaman dan penyewaan juga dapat dilakukan secara digital. Pengelola bisa mencatat aset yang digunakan, identitas pengguna atau penyewa, periode penggunaan, status transaksi, hingga pengembalian aset.


Informasi tersebut kemudian dirangkum melalui dasbor. Dari sana, pengelola dapat mengetahui jumlah aset yang tercatat, unit yang masih tersedia, aset yang tengah dipinjam atau disewakan, serta pendapatan dari aktivitas penyewaan.


Untuk mendukung kebutuhan administrasi, SIMANTAP turut menyediakan laporan transaksi berdasarkan periode. Ada pula fitur pencatatan denda keterlambatan, visualisasi persebaran aset berdasarkan kategori, serta riwayat aktivitas dalam sistem.


Fitur-fitur tersebut diharapkan memudahkan perangkat kalurahan dalam melakukan monitoring sekaligus menelusuri kembali data pemanfaatan aset ketika diperlukan.


“Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Kalurahan Condongcatur, mendukung pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi inspirasi penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan,” kata Yosafat.


Pengembangan SIMANTAP mendapat respons positif dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Dalam pemaparan tersebut, perangkat kalurahan tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menyampaikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan sistem.


Masukan itu antara lain berkaitan dengan kebutuhan administrasi serta penyesuaian sistem terhadap regulasi pengelolaan aset.


Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc. berharap SIMANTAP dapat dikembangkan lebih jauh dan tidak berhenti setelah penelitian skripsi selesai.


“Kami mengapresiasi penelitian dan sistem yang telah dikembangkan. Semoga ke depan SIMANTAP dapat terus disempurnakan dan diaplikasikan di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur guna mendukung inovasi teknologi, khususnya dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset kalurahan,” ungkap Riska.


Menurut Riska, penggunaan teknologi informasi dapat membantu pemerintah kalurahan dalam melakukan pencatatan, monitoring, maupun penelusuran data aset.


Namun, sistem yang dikembangkan juga perlu menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta aturan pengelolaan aset yang berlaku.


Peluang pengembangan SIMANTAP juga disampaikan Kaur Tata Laksana Condongcatur Andree Setiawan, S.H.I. Sebagai penanggung jawab bidang aset kalurahan, Andree Setiawan menilai sistem yang dikembangkan Yosafat William Sinar Wiharono telah menyajikan informasi yang cukup terperinci.


“Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini sudah sangat bagus. Sistemnya bisa diaplikasikan dan informasi yang disajikan juga cukup detail. Apabila terus dikembangkan dan disempurnakan, sistem seperti ini berpotensi diterapkan dalam pemerintahan, baik di tingkat kalurahan maupun kabupaten,” tutur Andree.


Meski demikian, menurut Andree, pengembangan sistem tidak bisa berhenti pada satu tahap. Perubahan regulasi dan kebutuhan pengguna harus menjadi pertimbangan apabila SIMANTAP nantinya dikembangkan lebih lanjut.


“Harapannya, pengembangan sistem ini selalu mengikuti perkembangan peraturan maupun kebutuhan yang ada sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna, baik di lingkungan perusahaan maupun pemerintahan,” katanya.


Dari Penelitian Kampus ke Kebutuhan Lapangan


Pengembangan SIMANTAP menjadi salah satu contoh penelitian mahasiswa yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan. Dalam penelitian ini, kebutuhan administrasi pemerintah kalurahan diterjemahkan menjadi rancangan sistem informasi yang berpotensi digunakan dalam pengelolaan aset.


Hal tersebut menjadi penting karena pengelolaan aset tidak terlepas dari kebutuhan pencatatan dan penatausahaan yang tertib. Pada tingkat nasional, pengelolaan aset desa diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, yang kemudian diubah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2024. Istilah “aset desa” merupakan nomenklatur resmi yang digunakan dalam regulasi tersebut.


Karena itu, pengembangan SIMANTAP ke depan perlu berjalan beriringan dengan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan Pemerintah Kalurahan Condongcatur.


Apabila terus disempurnakan, sistem tersebut berpeluang membantu proses pengelolaan aset menjadi lebih efisien dan mudah ditelusuri, sekaligus mendukung transparansi serta akuntabilitas administrasi.


Penelitian Yosafat William Sinar Wiharono juga memperlihatkan ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah di tingkat lokal. Melalui penelitian terapan, karya mahasiswa tidak hanya selesai sebagai tugas akademik, tetapi memiliki peluang untuk diuji, disempurnakan, dan dimanfaatkan dalam menjawab kebutuhan nyata pemerintahan serta pelayanan masyarakat. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update