Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Warga dan wisatawan yang berada di Kota Yogyakarta selama Oktober 2026 bakal mendapat banyak pilihan promo sekaligus agenda belanja. Momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta dimanfaatkan pemerintah daerah bersama pelaku usaha untuk menggerakkan transaksi ekonomi selama satu bulan.
Program tersebut dikemas melalui YK Festisale dan GEMATI PASAR (Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar).
YK Festisale menyasar sektor pariwisata, perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner, hingga pelaku usaha lainnya. Sementara GEMATI PASAR diarahkan untuk menghidupkan aktivitas pasar rakyat sekaligus mendorong transaksi menggunakan QRIS.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta yang mengusung tema “Otentik Konkret”.
Oktober Jadi Momentum Menggerakkan Transaksi
Kepala Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Setda Kota Yogyakarta, Danang Yulisaksono, mengatakan perayaan ulang tahun kota tahun ini tidak hanya dipusatkan pada agenda puncak 7 Oktober.
Rangkaian kegiatan diperpanjang sepanjang Oktober dengan melibatkan berbagai sektor.
“Perayaan HUT Kota tidak lagi dirayakan sebatas satu hari puncak pada 7 Oktober, melainkan dirangkai dalam satu bulan penuh,” kata Danang, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat Yogyakarta sebagai City of Festival.
Dalam program ini, Pemkot Yogyakarta menggandeng sejumlah mitra, mulai dari Bank Indonesia, Himbara yang terdiri atas BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BSI, hingga Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Kolaborasi juga melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), serta pelaku ritel dan UMKM.
57 Hotel Ikut Tebar Promo
Salah satu program yang menjadi bagian dari YK Festisale berlangsung pada 1–31 Oktober 2026.
Sebanyak 57 hotel di Yogyakarta ikut menawarkan promo khusus selama periode tersebut.
Potongan harga kamar yang diberikan berkisar 10 persen hingga 55 persen. Sejumlah hotel juga menyiapkan harga khusus yang dikaitkan dengan angka HUT Kota Yogyakarta, antara lain Rp270.000 dan Rp772.700.
Tak hanya hotel, sektor pusat perbelanjaan juga ikut meramaikan program tersebut.
Sebanyak delapan pusat perbelanjaan di DIY menyiapkan beragam penawaran, termasuk diskon hingga 70 persen, pameran produk, serta kegiatan kuliner.
Promo YK Festisale juga menjangkau restoran, kafe, hingga penyedia jasa transportasi dan pariwisata. Pelaku tour and travel serta maskapai turut menawarkan paket khusus dalam rangkaian program tersebut.
Dengan cakupan peserta yang luas, aktivitas ekonomi yang didorong melalui YK Festisale tidak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan, tetapi juga transaksi masyarakat lokal.
BI: Konsumsi Rumah Tangga Punya Peran Besar
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY.
Kepala Tim Perumusan KEKDA/Tim Perumus Ekonomi KPwBI DIY, Arya Jodi Listyo, mengatakan konsumsi rumah tangga mempunyai porsi besar dalam struktur perekonomian Yogyakarta.
Kontribusinya disebut mencapai sekitar 60 persen.
Karena itu, peningkatan transaksi masyarakat selama Oktober diharapkan dapat memberikan dampak lanjutan kepada berbagai sektor usaha.
“Program ini menjadi bahan bakar segar untuk membangkitkan transaksi dan memberikan multiplier effect serta trickle-down effect yang merata, baik di sektor modern maupun ekonomi kerakyatan,” ujar Arya.
Keterlibatan sektor modern dan ekonomi rakyat menjadi salah satu bagian penting dalam konsep rangkaian HUT tahun ini.
Artinya, geliat transaksi tidak hanya diarahkan ke pusat perbelanjaan atau hotel, tetapi juga ke pasar rakyat dan pelaku usaha skala kecil.
GEMATI PASAR Sasar 22 Pasar
Upaya menggerakkan ekonomi rakyat dikemas melalui GEMATI PASAR yang digagas Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.
Program tersebut melibatkan 22 pasar tradisional di Kota Yogyakarta dengan jumlah peserta lebih dari 500 pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan pasar rakyat merupakan salah satu bagian penting dari ekosistem ekonomi masyarakat.
“Pasar adalah dasar ekonomi kerakyatan. Karena itu, di hari ulang tahun Kota Yogyakarta kami akan menyelenggarakan Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar ini selama satu bulan,” kata Veronica.
Melalui program tersebut, masyarakat diajak berbelanja di pasar sekaligus menggunakan pembayaran nontunai.
Mekanismenya, setiap transaksi minimal Rp20.000 di pedagang peserta yang dibayar menggunakan QRIS akan mendapatkan satu nomor undian.
Jumlah nomor undian mengikuti kelipatan nilai transaksi. Dengan demikian, masyarakat yang berbelanja Rp100.000 berkesempatan memperoleh lima nomor undian.
Pendaftaran nomor undian dilakukan secara digital melalui Google Form yang dapat diakses menggunakan QR Code yang tersedia di lokasi pasar dan pedagang peserta.
Ada Hadiah Sepeda Motor hingga Voucher Belanja
Program belanja tersebut tidak berhenti pada transaksi di pasar. Konsumen juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah melalui pengundian yang dijadwalkan pada awal November 2026.
Hadiah yang disiapkan meliputi sepeda motor, sepeda, tabungan, hingga voucher belanja.
Dengan mekanisme tersebut, GEMATI PASAR sekaligus memperkenalkan penggunaan pembayaran digital kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar rakyat.
QRIS yang digunakan pedagang tidak dibatasi pada bank tertentu. Selama pedagang memiliki QRIS dan transaksi memenuhi ketentuan program, pembelian dapat dihitung sebagai bagian dari GEMATI PASAR.
Agenda HUT Kota Yogyakarta Berlangsung Sebulan
YK Festisale dan GEMATI PASAR hanya sebagian dari rangkaian perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Sejumlah agenda lain juga disiapkan sepanjang Oktober, di antaranya Simfoni 1001 Pembatik, Malioboro Run, Sarkemfest, Kustomfest, Otentik City Rally, serta Wayang Jogja Night Carnival (WJNC).
WJNC dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama pada 7 Oktober 2026, dengan kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer menjadi bagian dari jalur perhelatan.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat perayaan HUT Kota Yogyakarta tahun ini tidak hanya berlangsung pada hari ulang tahun kota.
Selama Oktober, agenda budaya, pariwisata, perdagangan, dan program promosi berjalan beriringan. Di saat yang sama, YK Festisale membuka ruang promosi bagi pelaku usaha, sedangkan GEMATI PASAR membawa semangat perayaan hingga ke pasar-pasar rakyat.
Bagi masyarakat, Oktober 2026 menjadi periode dengan beragam pilihan kegiatan sekaligus program belanja yang tersebar di berbagai sektor di Kota Yogyakarta. (Fqh).

