Notification

×

Iklan

Iklan

Bijak pengunaan medsos pada Pemilu 2024, Subdit Kamsus Dit Intelkam Polda Riau sebarkan selebaran edukasi kepada masyarakat

Kamis, 08 Februari 2024 | Februari 08, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-08T04:41:18Z


Riau- ISUETERKININEWS.COM Menjelang Pemilu tahun 2024 dunia maya berpotensi munculnya informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.



Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut?


 

Terkait hal tersebut, Unit 3 Subdit Kamsus Dit Intelkam Polda Riau melaksanakan edukasi dengan menyebarkan selebaran berupa informasi dalam mencegah kejahatan digital menjelang Pemilu tahun 2024 kepada masyarakat Prov. Riau.


Banit 3 Subdit Kamsus Bripka Marwan Nasution, menguraikan ada empat langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjelasannya:


1. Hati-hati dengan judul provokatif


Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.


 


Oleh karenanya, apabila menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.


2. Cermati alamat situs



Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.


3. Periksa fakta


Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya.Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.


Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.


4. Cek keaslian foto


Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.


Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

×
Berita Terbaru Update