Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Peringatan Milad ke-17 Komunitas Sepeda Federal Jogjakarta (FEDJO) berlangsung semarak dengan menggelar Bike Camp di Kawasan Wisata Candi Banyunibo, Sleman, pada Sabtu–Minggu (17–18 Januari 2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 850 pesepeda Federal yang datang dari berbagai kota dan wilayah di Nusantara.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpecinta sepeda Federal, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi pelestarian alam berupa pelepasliaran 300 burung Perkutut lokal dan 17 burung Merpati, serta penanaman 17 pohon buah di kawasan wisata bersejarah tersebut.
Sekretaris Panitia Milad ke-17 FEDJO, Eko Kadaryanto, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “TANDUR (Tanda Cinta dari Putaran Roda)”, yang menggambarkan komitmen komunitas terhadap alam, persatuan, dan keberlanjutan.
“Melalui tema TANDUR, setiap chapter Federal Indonesia membawa tanah dan air dari daerah asal masing-masing. Tanah dan air tersebut kemudian disatukan untuk menanam dan menyiram pohon sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, sekaligus persatuan seluruh Federalis Nusantara,” ujar Sekretaris Panitia Milad ke-17 FEDJO, Eko Kadaryanto dalam keterangan tertulis yang diterima isueterkininews.com, Senin (19/1/2026).
Eko menambahkan, peserta Bike Camp berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga luar Pulau Jawa, di antaranya Lampung dan Pekanbaru. Antusiasme tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa komunitas sepeda Federal masih eksis dan solid meski telah berusia 17 tahun.
Selain kegiatan lingkungan, rangkaian Bike Camp juga diisi dengan sarasehan antarchapter yang digelar pada malam hari. Dalam forum tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman seputar pengembangan komunitas sepeda serta membahas rencana pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) Komunitas Sepeda Federal yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Purwokerto.
“Sarasehan berlangsung hangat meski cuaca sempat gerimis. Kegiatan diselingi hiburan karawitan Banyumurti Banyunibo sambil menikmati teh dan kopi hangat,” tuturnya.
Pada Minggu pagi, lanjut Eko, ratusan pesepeda dari komunitas sepeda DIY turut meramaikan Milad FEDJO melalui kegiatan Gowes Bareng (GOBAR). Start dimulai dari Balai Kalurahan Condongcatur menuju lokasi Bike Camp di Candi Banyunibo.
“Panitia menyiapkan sekitar 1.100 mangkuk bakso dan berbagai doorprize untuk peserta. Untuk mendukung konsumsi dan kelancaran acara, kami juga melibatkan tim relawan Destana dan Kampung Siaga Bencana Kalurahan Condongcatur,” tambahnya.
Sementara itu, Penasihat sekaligus Pembina FEDJO, Dr. Reno Candra Sangaji, yang juga menjabat Lurah Condongcatur, menyampaikan bahwa usia 17 tahun menjadi penanda kedewasaan bagi FEDJO sebagai sebuah komunitas.
“Usia 17 tahun adalah fase kedewasaan. Kedewasaan untuk saling menguatkan saat ada yang lelah dan merekatkan kembali bagian yang sempat renggang. FEDJO bukan sekadar komunitas sepeda besi tua, tetapi simbol kesederhanaan, ketangguhan, dan persatuan,” kata Reno.
Reno menegaskan bahwa semangat para Federalis tidak akan pernah pudar meski diterpa perubahan zaman.
“Semangat Federalist tak akan berkarat dimakan zaman dan tak luntur diguyur hujan. Siapkan fisik, rawat sepeda, dan jaga hati agar tetap rendah hati di jalan,” jelas Reno.
Ia juga mengapresiasi soliditas seluruh keluarga besar FEDJO yang terbagi dalam Brayat Lor, Brayat Kidul, Brayat Kulon, dan Brayat Wetan. Menurutnya, kesuksesan acara ini merupakan hasil persiapan matang selama hampir empat bulan.
Tak hanya berfokus pada hobi bersepeda, FEDJO juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Sumatera. Dari aksi spontan tersebut, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp1.247.000.
“FEDJO berharap terus tumbuh dan berkembang, anggotanya semakin banyak, serta tetap menjalin persaudaraan dengan komunitas sepeda lainnya, baik di Yogyakarta maupun di luar daerah,” pungkasnya. (Fqh).

