Notification

×

Iklan

Iklan

11 Lurah Sleman Diperkuat Kamtibmas, Fokus Antisipasi Kerawanan Wilayah

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T17:20:55Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Sebanyak 11 lurah di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, dan Kependudukan Sipil (DPMKKPS) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).


Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPMKKPS DIY itu dihadiri lurah dari sejumlah wilayah strategis, yakni Sinduadi dan Sendangadi (Mlati), Caturtunggal dan Condongcatur (Depok), Triharjo (Sleman), Tamanmartani dan Tirtomartani (Kalasan), Harjobinangun dan Purwobinangun (Pakem), Wukirsari (Cangkringan), serta Sidoluhur (Godean).


Kepala DPMKKPS DIY, KPH Yudanegara, Ph.D., membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran lurah dalam menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif, mengingat posisi mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Menurut Yudanegara, koordinasi antara pemerintah kalurahan dan aparat kepolisian perlu terus diperkuat, terutama dalam upaya membaca potensi kerawanan sejak awal.


“Sinergi kalurahan dengan kepolisian tidak bisa ditawar. Lurah harus aktif berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek agar potensi gangguan, baik sosial maupun kriminal, bisa dideteksi lebih dini,” ujar Yudanegara.


Ia juga mengingatkan bahwa urusan keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.


“Kalau warga dan pemerintah kalurahan sama-sama peka, potensi gangguan bisa dicegah sebelum benar-benar terjadi,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda DIY, Kombes Pol Daru Tyas Wibawa, S.I.K., S.H., M.H., memaparkan gambaran situasi kamtibmas di DIY sekaligus langkah-langkah penguatan pengawasan di tingkat wilayah.


Ia menyoroti peran kelompok Jaga Warga yang dinilai efektif sebagai garda depan dalam mendeteksi potensi gangguan di lingkungan masing-masing.


“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Justru yang paling cepat mengetahui kondisi lapangan itu ada di tingkat RT dan RW. Karena itu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah perlu berjalan bersama dengan kelompok Jaga Warga,” jelasnya.


Daru menambahkan, kondisi keamanan yang terjaga akan berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi.


“Keamanan itu fondasi. Kalau wilayah aman, aktivitas masyarakat berjalan lancar. Kuncinya sederhana, cepat tahu, cepat melapor, dan cepat ditindaklanjuti bersama,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, para lurah diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi kerawanan di wilayahnya, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor demi menjaga stabilitas kamtibmas secara berkelanjutan. (Fqh).

 

×
Berita Terbaru Update