Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus menyiapkan pengukuhan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) masa bakti 2026–2031. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membagikan seragam lurik dan alat tulis kantor (ATK) kepada para calon pengurus di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Senin (20/4/2026).
Ratusan calon pengurus RT dan RW dari seluruh wilayah Condongcatur tampak hadir untuk mengambil perlengkapan tersebut. Pembagian ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang pengukuhan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).
Untuk periode 2026–2031, susunan kepengurusan RT dan RW di Condongcatur telah terbentuk, mencakup 212 RT dan 64 RW yang tersebar di 18 padukuhan. Pengukuhan dilakukan sebagai langkah penataan administrasi sekaligus memperkuat kinerja pemerintahan kalurahan agar lebih optimal dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong.
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, mengatakan jumlah pengurus yang akan dikukuhkan mencapai 828 orang, yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara di masing-masing RT dan RW.
“Total ada 828 pengurus dari 64 RW dan 212 RT. Karena pesertanya cukup banyak, pengukuhan akan dilaksanakan di Auditorium UPN ‘Veteran’ Yogyakarta,” kata Reno.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut direncanakan dihadiri oleh Bupati Sleman yang akan memberikan sambutan dan arahan. Selain itu, juga akan ada pemaparan mengenai tugas dan fungsi RT/RW dari Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman.
Sementara itu, Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan, yang menjadi penanggung jawab kegiatan, menyebut pemberian seragam lurik dimaksudkan untuk menumbuhkan kekompakan di antara para pengurus.
“Dengan seragam lurik corak Ngayogyakarta ini, harapannya para pengurus terlihat lebih rapi, kompak, dan punya rasa kebersamaan,” ungkap Rudi.
Selain seragam, para pengurus juga mendapatkan ATK untuk mendukung kegiatan administrasi di tingkat RT dan RW. Ia menjelaskan, para pengurus berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, guru, ustaz, hingga pelaku usaha dan wiraswasta.
“Ada juga 58 pengurus perempuan yang terlibat. Mereka dipilih secara demokratis dan diberi kepercayaan oleh warga di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 44.2 Tahun 2020 dan Peraturan Kalurahan Condongcatur Nomor 05 Tahun 2020, RT dan RW memiliki peran membantu pemerintah kalurahan, terutama dalam mengoordinasikan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan.
Selain itu, RT dan RW juga berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap proses pengukuhan berjalan lancar dan para pengurus yang dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam melayani masyarakat. (Fqh).

