Notification

×

Iklan

Iklan

Menata Bantaran, Menyambung Kota: Upaya Jogja Hadirkan Wajah Baru Sungai

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T05:19:36Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Di balik aliran Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong, tersimpan cerita tentang kehidupan warga yang terus beradaptasi dengan perubahan. Kini, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan wajah baru bantaran sungai lebih tertata, aman, dan terhubung.


Di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo, pembangunan jalan inspeksi di tepi sungai kembali dilanjutkan pada 2026. Bukan sekadar proyek infrastruktur, langkah ini menjadi bagian dari upaya menyatukan ruang kota dengan alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Konsep mundur, munggah, madhep kali menjadi pendekatan utama dalam penataan. Warga perlahan diajak menyesuaikan hunian mereka—mundur dari bibir sungai, lebih tinggi, dan menghadap ke arah sungai. Dari situ, ruang baru terbentuk: jalan setapak di tepi sungai yang bukan hanya fungsional, tetapi juga membuka potensi ruang sosial baru.


“Targetnya, jalan di tepi sungai ini bisa tersambung dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Hasto, menggambarkan harapan akan konektivitas yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga kehidupan warga di sepanjang aliran sungai.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menyebut tahun ini pembangunan akan difokuskan pada pembukaan akses sepanjang sekitar 900 meter di beberapa titik. Mulai dari Cokrodiningratan di bantaran Sungai Code, Pakuncen di Sungai Winongo, hingga Pandeyan di Sungai Gajah Wong.


Lebih dari sekadar akses jalan, proyek ini juga menyentuh isu yang lebih dalam—penataan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas lingkungan. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sigit Setiawan, menegaskan bahwa lokasi yang dipilih merupakan area yang belum memiliki jalan inspeksi dan tergolong kumuh atau rentan kumuh.


Sementara itu, di sisi lain kota, pembangunan juga akan menjangkau wilayah Bener dan Pakuncen. Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase, Rahmawan Kurniadi, menjelaskan bahwa jalan inspeksi tidak hanya berfungsi sebagai akses warga, tetapi juga penting untuk perawatan talut dan menjaga keamanan permukiman dari potensi risiko sungai.


Perlahan tapi pasti, bantaran sungai di Yogyakarta bergerak menuju wajah baru. Dari ruang yang dulu kerap dianggap belakang rumah, kini berubah menjadi beranda kota—tempat warga bisa berjalan, berinteraksi, dan menikmati aliran air yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Jogja. (Fqh).

 

×
Berita Terbaru Update