Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Tiga pamong Kalurahan Condongcatur kembali menambah capaian di bidang pendidikan. Mereka berhasil menuntaskan studi lanjut di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta dan diwisuda di Gedung Ganesha, Sabtu (11/4/2026).
Ketiga pamong tersebut adalah Al Thouvik Sofisalam, S.IP selaku Kamituwa, Retnaningsih, S.Sos Dukuh Joho, serta Irfani Reza Pahlevi, S.Pd., M.Pd., M.IP Dukuh Pondok. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kalurahan Condongcatur dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.
Al Thouvik Sofisalam menempuh studi S1 Ilmu Pemerintahan selama 3 tahun 4 bulan dan lulus dengan predikat cum laude, meraih IPK 3,89. Ia mengangkat skripsi tentang partisipasi masyarakat dalam kebijakan Kalurahan Ramah Anak di Condongcatur.
Retnaningsih menyelesaikan pendidikan S1 Pembangunan Sosial melalui jalur alih jenjang dari D3 dalam waktu dua tahun. Skripsinya mengulas modal sosial kampung sentra industri konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Padukuhan Joho.
Sementara itu, Irfani Reza Pahlevi meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan (S2) setelah menempuh studi selama tiga tahun. Ia meneliti evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman dalam tesisnya.
Al Thouvik mengatakan, pengalaman belajar yang dijalaninya memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai praktik pemerintahan dan kebijakan publik. Ilmu tersebut, kata dia, sangat berkaitan dengan tugas sehari-hari di pemerintahan kalurahan.
“Banyak hal yang sebelumnya hanya dipahami secara praktis, kini bisa dilihat dari sisi teori. Harapannya bisa mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Retnaningsih. Ia menilai proses belajar di STPMD APMD tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan tentang kehidupan sosial masyarakat desa yang beragam.
“Bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah memberi perspektif baru. Semoga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk kemajuan Padukuhan Joho,” katanya.
Irfani Reza Pahlevi turut mengapresiasi dukungan pemerintah kalurahan yang memfasilitasi pamong untuk melanjutkan pendidikan melalui program Studi Lanjut Pamong Kalurahan (SULAPAN).
Menurutnya, program tersebut membantu pamong memperkuat kapasitas keilmuan agar lebih siap menghadapi dinamika dan persoalan yang berkembang di masyarakat.
Selain itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, menyampaikan apresiasi atas capaian ketiga pamong tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Pendidikan menjadi salah satu investasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Aparatur dituntut terus berkembang, termasuk dalam penguasaan teknologi informasi,” kata Reno.
Sejak 2021, Pemerintah Kalurahan Condongcatur memang telah menjalankan program bantuan pendidikan bagi pamong dan staf. Bantuan diberikan dengan nominal berbeda, mulai dari Rp3 juta per semester untuk jenjang S1, Rp6 juta untuk S2, hingga Rp10 juta bagi yang menempuh program doktoral.
Upaya peningkatan kapasitas ini bukan kali pertama dilakukan. Pada 2023, sejumlah pamong juga telah diwisuda, di antaranya Dukuh Gejayan dan Dukuh Manukan (S2), serta Dukuh Joho (D3). Retnaningsih kemudian melanjutkan ke jenjang S1 dan lulus tahun ini. Pada 2024, Ari Susanti, S.T., M.IP yang menjabat Dukuh Gempol juga menyelesaikan studi S2.
Ke depan, dua pamong lainnya, yakni Dukuh Pringwulung dan Dukuh Gandok, dijadwalkan mengikuti wisuda pada September 2026. Selain itu, Carik dan Kaur Tata Laksana saat ini tengah menempuh pendidikan magister.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam membangun aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. (Fqh).

