Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

DPP Kota Yogyakarta Pantau Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Tiban

Minggu, 24 Mei 2026 | Mei 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-24T00:30:52Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban di sejumlah pasar tiban menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Jumat (22/5/2026).


Pemantauan dilakukan di beberapa titik penjualan hewan kurban, di antaranya Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul yang telah mengantongi izin operasional resmi.


Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.


“Dari hasil pantauan, hewan-hewan yang dijual dalam kondisi sehat. Pedagang dan pembeli sekarang juga semakin memahami pentingnya memilih hewan yang sehat,” kata Sri saat melakukan pemantauan.


Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik hewan, mulai dari mata, gerakan tubuh, hingga kondisi mulut dan hidung.


Menurut Sri, hewan yang sehat umumnya memiliki mata jernih, aktif bergerak, nafsu makan baik, serta tidak terdapat lendir di area mulut maupun hidung.


Petugas juga membawa persediaan obat untuk penanganan awal apabila ditemukan gangguan kesehatan ringan pada hewan.


“Kalau ada keluhan ringan langsung kami bantu obati di lokasi. Jika perlu penanganan lebih lanjut akan diarahkan ke poliklinik,” ungkapnya.


Dari hasil pemantauan, mayoritas hewan yang dijual di pasar tiban berupa kambing dan domba yang berasal dari wilayah DIY maupun luar daerah. Hingga saat ini, petugas belum menemukan penjualan sapi di lokasi pasar tiban yang dipantau.


Selain pemeriksaan kesehatan, DPP Kota Yogyakarta juga memastikan para pedagang telah mengurus izin operasional dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak.


Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban di PPHQ Siliran, Agus Sumantoro, mengaku penjualan tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu.


“Sekarang agak sepi dibanding tahun kemarin,” kata Agus.


Ia mengatakan penjualan hewan kurban tahun ini dimulai sejak 14 Mei 2026 dengan masa operasional sekitar 12 hingga 14 hari.


Harga kambing yang dijual berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor tergantung ukuran dan jenis hewan.


Menurut Agus, stok hewan kurban tahun ini berjumlah sekitar 60 ekor, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 69 ekor. Hingga saat ini, sebanyak 16 ekor kambing telah terjual.


“Sebagian besar kambing didatangkan dari Muntilan,” katanya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update