Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para asisten dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, semangat untuk tidak melupakan sejarah harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemimpin daerah. Menurutnya, banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari perjuangan dan keteladanan para pendahulu bangsa.
“Jangan melupakan sejarah, karena kita memimpin dan berjuang harus selalu belajar kepada para pendahulu. Dengan mengenang dan mempelajari kembali rekam jejak mereka, kita dapat mengambil pelajaran berharga dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan,” kata Hasto.
Ia menambahkan, ziarah bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat tanggung jawab dan pengabdian dalam membangun Kota Yogyakarta.
“Melalui ziarah ini, kami ingin menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang dan memberikan teladan bagi generasi penerus. Kami juga bertekad untuk melanjutkan semangat perjuangan mereka dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan diawali dengan upacara penghormatan, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di sejumlah makam tokoh nasional dan pejuang yang dimakamkan di TMP Kusumanegara. Di antaranya Jenderal Besar Sudirman beserta istrinya Siti Alifah, Menteri Supeno, mantan Wali Kota Yogyakarta Soegiharto, Brigjen Anumerta Katamso, Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono, serta Komarudin yang turut berjuang dalam Agresi Militer Belanda II.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto secara khusus memberikan penghormatan kepada Jenderal Besar Sudirman yang dinilai sebagai sosok teladan dalam perjuangan dan pengabdian kepada bangsa. Nilai ketulusan, keikhlasan, dan semangat juang yang dimiliki Panglima Besar TNI itu dinilai masih relevan untuk diteladani hingga saat ini.
Selain itu, Hasto juga mengenang jasa mantan Wali Kota Yogyakarta Soegiharto yang disebut memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Yogyakarta. Menurutnya, berbagai fondasi pembangunan yang dirintis Soegiharto masih menjadi bagian dari perkembangan kota hingga sekarang.
“Beliau tidak hanya mengabdikan diri sebagai seorang prajurit, tetapi juga memberikan kontribusi besar saat memimpin pemerintahan daerah. Banyak dasar-dasar pembangunan kota yang beliau letakkan dan terus kita lanjutkan hingga saat ini,” tuturnya.
Usai kegiatan di TMP Kusumanegara, Hasto melanjutkan ziarah ke makam Prof. Dr. Sardjito. Tokoh nasional yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit terbesar di DIY tersebut dikenal memiliki jasa besar dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Sebagai seorang dokter, Hasto mengaku terinspirasi oleh dedikasi Prof. Sardjito dalam membangun dunia kesehatan dan pendidikan di Indonesia.
“Beliau meletakkan dasar berdirinya Rumah Sakit Sardjito dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Dedikasi dan karya beliau menjadi teladan bagi kami untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Melalui kegiatan ziarah ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semangat perjuangan para pahlawan dan tokoh bangsa dapat terus menjadi inspirasi dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung pembangunan Kota Yogyakarta yang berkelanjutan. (Fqh).


