Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemkot Yogyakarta Dorong Tejo Fest Masuk Kalender Pariwisata, Angkat Potensi Seni dan UMKM Tegalrejo

Senin, 22 Juni 2026 | Juni 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T16:16:46Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong Tegalrejo Festival (Tejo Fest) masuk dalam kalender event pariwisata daerah setelah festival yang digelar Kemantren Tegalrejo dinilai mampu menampilkan potensi seni, budaya, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara terpadu.


Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat membuka Tejo Fest 2026 di Halaman Parkir Museum Monumen Pangeran Diponegoro, Sabtu (20/6/2026). Festival yang berlangsung selama 20–21 Juni 2026 tersebut menjadi penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar.


"Saya beberapa kali hadir di kegiatan seni budaya yang diadakan oleh Kemantren Tegalrejo. Saya cukup takjub dan senang sekali dengan potensi yang ada di sini, baik penari-penarinya, budayanya maupun UMKM-nya," ujar Wawan.


Menurutnya, Tejo Fest memiliki peluang menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Yogyakarta. Namun, ia menekankan perlunya kurasi terhadap produk yang ditampilkan agar mampu merepresentasikan identitas empat kelurahan di Kemantren Tegalrejo.


"Kita berharap Tejo Fest tahun depan bisa masuk dalam kalender event pariwisata di Yogyakarta. Produk yang dipamerkan perlu dikurasi sehingga mewakili empat kelurahan yang ada di sini dan memiliki ciri khas tersendiri," ungkapnya.


Wawan juga menilai potensi seni di Tegalrejo layak mendapat ruang yang lebih luas melalui berbagai agenda Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurutnya, kualitas para pelaku seni di wilayah tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan sektor budaya dan pariwisata.


Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo Agus Antariksa Purnama mengatakan Tejo Fest 2026 diikuti 25 pelaku UMKM dari empat kelurahan. Selain pameran produk unggulan, festival juga menghadirkan pertunjukan seni budaya dan kegiatan jalan sehat yang diperkirakan diikuti sekitar seribu warga pada Minggu (21/6/2026).


"Dari sore hingga malam juga akan ada penampilan kesenian dari masing-masing kelurahan," kata Agus.


Salah satu peserta, Intan, memamerkan produk souvenir hand painting yang dirintis sejak masa pandemi Covid-19. Berawal dari hobi melukis bersama anak, ia mengembangkan lukisan pada kaleng bekas dan memasarkannya melalui media sosial hingga menerima pesanan dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan.


"Awalnya hanya coba-coba. Setelah diunggah ternyata ada yang pesan dan akhirnya berlanjut sampai sekarang, sudah sekitar lima tahun," tutur Intan.


Produk yang dipasarkan meliputi cangkir lukis tangan seharga Rp35.000 hingga paket souvenir senilai Rp300.000 per set. Keikutsertaan dalam Tejo Fest diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kreatif khas Tegalrejo kepada masyarakat yang lebih luas.


Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya memperkuat sinergi antara pengembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis potensi lokal. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update