Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mewajibkan serah terima dokumen memori jabatan dari pejabat yang purna tugas kepada pelaksana tugas (Plt) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan dan persoalan yang masih berjalan dapat segera ditindaklanjuti selama masa transisi kepemimpinan.
Serah terima memori jabatan dilakukan untuk jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Jum'at (3/7/2026).
Dokumen memori jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesra diserahkan Yunianto Dwisutono kepada Agus Arif Nugroho selaku Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra. Dokumen memori jabatan Kepala Dinas Kesehatan diserahkan Emma Rahmi Aryani kepada Lana Unwanah selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan. Sementara dokumen memori jabatan Kepala Dinsosnakertrans diserahkan Maryustion Tonang kepada Patricia Heny Dian Anitasari selaku Plt Kepala Dinsosnakertrans.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan dokumen memori jabatan diperlukan agar Plt dapat langsung memahami pekerjaan yang harus segera diselesaikan tanpa harus mempelajari persoalan organisasi dari awal.
“Harapan saya ketika ada memori jabatan, Plt-Plt itu mengamankan jangan sampai lengah. Jadi biasanya kalau tidak diingatkan kadang-kadang tidak nyambung karena tidak tahu masalah yang harus disegerakan,” ujar Hasto usai acara.
Menurut Hasto, pengisian Plt dilakukan karena proses penetapan pejabat definitif masih membutuhkan waktu dan harus melalui sejumlah tahapan administrasi, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena itu, ia meminta pejabat lama menjelaskan berbagai pekerjaan prioritas dan persoalan yang masih harus ditangani kepada pejabat penggantinya.
Ia menilai serah terima memori jabatan dapat mempercepat proses adaptasi Plt dalam menjalankan tugas. Tanpa dokumen tersebut, menurutnya, seorang Plt bisa membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu untuk memahami kondisi organisasi yang dipimpinnya.
“Kalau nggak diginikan, Plt belajar sendiri kan lama, bisa dua minggu bahkan satu bulan. Kalau ini kan ada yang harus dibaca. Ini lho pekerjaan yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Hasto menargetkan jabatan Plt tidak berlangsung terlalu lama. Pemkot Yogyakarta, kata dia, akan segera memproses pengisian pejabat definitif sehingga masa penugasan Plt diharapkan tidak mencapai enam bulan.
Dalam serah terima tersebut, masing-masing pejabat yang purna tugas juga menyampaikan sejumlah agenda yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono menyoroti pengelolaan rumah dinas yang berada di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta keberlanjutan program bedah rumah yang menjadi salah satu program prioritas Pemkot Yogyakarta.
Menurut Yunianto, program bedah rumah menunjukkan peningkatan capaian. Pada 2025 sebanyak 62 rumah diperbaiki melalui dukungan corporate social responsibility (CSR), sedangkan hingga Juni 2026 jumlahnya telah mencapai 77 rumah.
Sementara itu, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menekankan perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting. Selain itu, ia juga menyoroti optimalisasi program satu kampung satu bidan dan percepatan eliminasi tuberkulosis pada 2030.
Di Dinsosnakertrans, Maryustion Tonang mencatat sejumlah agenda strategis yang masih berjalan, antara lain pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, program penyebaran informasi peluang kerja kepada siswa SMA dan SMK, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta program penurunan kemiskinan.
Plt Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari menyatakan siap melanjutkan berbagai program dan pekerjaan yang telah berjalan. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran internal maupun lintas OPD, termasuk dalam penanganan persoalan sosial di lapangan.
“Tentu bersama-sama teman-teman Dinsosnakertrans siap melanjutkan apa yang sudah disampaikan Pak Tion,” ungkap Patricia. (Fqh).


