Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dinkes Kota Yogyakarta Gelar CKG di Malioboro, Sasar 1.000 Peserta

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T09:17:49Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kawasan Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pesta Rakyat yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


CKG berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menargetkan 1.000 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.


Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Komplementer Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sekaligus Penanggung Jawab CKG, drg. Arumi Wulansari, M.P.H., mengatakan pelayanan dibagi menjadi dua shift, yakni pukul 09.00–12.00 WIB dan 12.00–15.00 WIB.


"Jadi hari ini kita ada dua shift, pagi sampai siang pukul 09.00 sampai 12.00, kemudian pukul 12.00 sampai 15.00," ujar Arumi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (17/8/2026).


Libatkan Enam Puskesmas


Dinkes Kota Yogyakarta mengerahkan tenaga kesehatan dari enam puskesmas untuk memberikan pelayanan CKG. Keenam puskesmas tersebut adalah Puskesmas Kraton, Gondomanan, Danurejan 1, Gondokusuman 1, Kotagede 2, dan Wirobrajan.


Tim dari enam puskesmas tersebut diperkuat tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.


Pemeriksaan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar dan pemeriksaan laboratorium, di antaranya kolesterol, asam urat, dan gula darah sewaktu.


"Alat-alat dan reagen pemeriksaan untuk lab-nya, tadi ada kolesterol, asam urat, dan gula darah sewaktu, itu semuanya dari puskesmas," kata Arumi.


Kolaborasi dengan Panitia Pesta Rakyat


Pelaksanaan CKG dilakukan melalui kolaborasi Dinkes Kota Yogyakarta dengan panitia Pesta Rakyat dari Gedung Agung.


Panitia menyediakan kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk tenda, meja, kursi, goodie bag, dan vitamin. Sementara Dinkes Kota Yogyakarta menyediakan tenaga kesehatan serta alat dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium.


"Untuk sarana-prasarana, tenda, meja, kursi, kemudian goodie bag, termasuk vitaminnya, itu yang menyediakan dari panitia. Sementara dari Dinas Kesehatan kami menyediakan tenaga kesehatannya," jelas Arumi.


Selain CKG, rangkaian Pesta Rakyat juga diisi sejumlah pelayanan dari organisasi perangkat daerah lainnya, seperti kegiatan UMKM, bantuan sosial, serta pelayanan administrasi kependudukan.


Antrean Jadi Evaluasi


Arumi menyebut antusiasme masyarakat mengikuti CKG cukup tinggi. Namun, tingginya jumlah peserta juga menimbulkan antrean di lokasi pelayanan.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan CKG pada kegiatan berskala besar berikutnya. Sarana dan prasarana dinilai perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan dengan lebih nyaman.


"Tadi juga banyak yang antre sambil berdiri. Kemudian karena tenda yang terbatas, ketika sudah siang agak panas," ungkapnya.


Arumi berharap layanan kesehatan gratis dapat kembali dihadirkan dalam kegiatan besar lainnya dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai.


"Harapannya di event-event besar lainnya nanti bisa dilaksanakan dengan sarana-prasarana yang lebih memadai lagi, lebih baik lagi," ucapnya.


Ia menilai CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat.


"Masyarakat berdaulat, adil dan makmur tentu saja harus dilandasi dengan masyarakat yang sehat dan kuat," kata Arumi.


Menurutnya, kesehatan jasmani dan rohani menjadi salah satu fondasi untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.


"CKG ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat, adil dan makmur," pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update