Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

InJourney Destination Management Maknai HUT Ke-81 RI dengan Resmikan Rumah Layak Huni di Kalasan

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T13:51:59Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan InJourney Destination Management (IDM) untuk kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan destinasi wisata.


Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), IDM meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) milik Kroniah, warga Dusun Grembulgede, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (17/8/2026).


Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, bersama jajaran direksi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI yang mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.


Febrina menegaskan, keberadaan perusahaan di sebuah kawasan destinasi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan pariwisata. Menurut dia, masyarakat di sekitar destinasi juga perlu merasakan manfaat secara langsung, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.


“Keberadaan kami di sini tidak hanya sekadar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar, baik manfaat sosial maupun manfaat ekonomi,” ujar Febrina.


Dari Rumah Berdinding Gedhek Menjadi Hunian Permanen


Sebelum direnovasi, rumah Kroniah masih berupa bangunan nonpermanen berukuran sekitar 6 x 7 meter. Dindingnya menggunakan anyaman bambu atau gedhek, lantainya masih berupa plester sederhana, sementara sebagian genteng sudah dalam kondisi lapuk.


Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur maupun kamar mandi yang memadai.


Melalui program RLH, bangunan itu kemudian diperbaiki secara menyeluruh dan diubah menjadi hunian permanen. Kini, rumah Kroniah telah dilengkapi lantai keramik, dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur bersih.


Perubahan tersebut membuat rumah menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.


Pembangunan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Proses pengerjaan juga melibatkan masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong membantu hingga rumah selesai dibangun.


Perwakilan Panewu Kalasan, Sidi Nugroho, mengapresiasi program tersebut sekaligus kebersamaan warga yang turut membantu proses pembangunan.


“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu-membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini,” kata Sidi.


Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan menyasar lebih banyak warga yang membutuhkan.


Bagi Kroniah, perubahan kondisi rumah tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti. Ia kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak dibandingkan sebelumnya.


Bangunan yang lebih kokoh, ditambah keberadaan kamar tidur dan kamar mandi, membuat kehidupan sehari-harinya bersama keluarga menjadi lebih nyaman.


“Dulu kondisi rumah saya masih sederhana, sekarang sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman untuk ditempati. Saya juga senang karena sekarang sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ungkap Kroniah.


Febrina mengatakan, kehidupan masyarakat di sekitar destinasi tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sektor pariwisata.


Karena itu, pengelolaan destinasi menurutnya juga harus membawa dampak yang berkelanjutan bagi warga sekitar, bukan hanya berorientasi pada pengalaman wisatawan.


Momentum Hari Kemerdekaan pun dinilainya tepat untuk menghadirkan makna kemerdekaan dalam bentuk yang lebih nyata.


“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi,” jelas Febrina.


Rumah milik Kroniah tercatat sebagai rumah layak huni ke-56 yang telah dibangun melalui program perusahaan.


Program RLH Sudah Menjangkau 56 Rumah


Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk pelaksanaan TJSL InJourney Destination Management yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan destinasi.


Sejak berjalan pada 2016, program tersebut telah menjangkau 56 rumah warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan dan Candi Borobudur.


Bagi IDM, program itu menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan sektor pariwisata berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Perusahaan menilai, keberadaan sebuah destinasi seharusnya tidak hanya memberikan manfaat bagi wisatawan, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada warga yang hidup di sekitarnya.


Pembangunan rumah Kroniah di Kalasan menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut.


IDM menyatakan akan terus mendorong pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus memperluas manfaat sosial bagi masyarakat.


Dengan pendekatan itu, kawasan wisata diharapkan tidak hanya berkembang sebagai tujuan perjalanan, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update