Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wali Kota Yogyakarta Apresiasi Diwa Foundation, Tegaskan Pendidikan Gratis bagi Difabel

Minggu, 16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T13:50:42Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi terhadap langkah Diwa Foundation yang menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan bertema inklusi bagi penyandang disabilitas. Menurut Hasto, pembangunan yang inklusif penting agar setiap warga memperoleh kesempatan dan pelayanan yang sama.


Hal itu disampaikan Hasto usai menghadiri kegiatan pemecahan rekor MURI berupa pembacaan dan pengucapan teks Proklamasi serta Pancasila menggunakan bahasa isyarat di depan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).


Kegiatan yang digagas Diwa Foundation tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat semangat kesetaraan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam momentum kebangsaan.


“Acara ini menurut saya bagus karena bagaimana inklusi itu betul-betul diangkat. Pembangunan berbasis inklusi, kemudian no one left behind itu menjadi satu hal yang penting,” ujar Hasto.


Menurut dia, semangat inklusi yang diusung dalam kegiatan tersebut selaras dengan upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memberikan pelayanan yang setara kepada masyarakat, termasuk warga penyandang disabilitas.


Pendidikan Anak Difabel Ditanggung Pemerintah


Tak hanya memberikan apresiasi terhadap kegiatan Diwa Foundation, Hasto juga menyinggung pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta.


Ia memastikan anak difabel yang tercatat sebagai warga Kota Yogyakarta tetap bisa mendapatkan akses pendidikan tanpa perlu mengkhawatirkan persoalan biaya. Jaminan tersebut berlaku bagi mereka yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.


“Jangan khawatir tidak bisa masuk sekolah negeri, jangan khawatir nanti harus bayar di swasta karena kami juga akan menanggung itu semua,” katanya.


Ia meminta masyarakat segera melapor apabila masih menemukan anak penyandang disabilitas yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan tersebut.


“Kalau seandainya belum, ada yang belum, ada yang kelewatan, hubungi langsung Dinas Pendidikan,” ungkapnya.


Hasto menjelaskan, pemerintah pada dasarnya telah menyiapkan berbagai layanan bagi penyandang disabilitas. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang terlewat dalam pendataan sehingga belum memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya.


Karena itu, komunikasi masyarakat dengan pemerintah diperlukan agar warga yang belum terjangkau program dapat segera mendapatkan pelayanan.


Hasto: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Prestasi


Pada kesempatan yang sama, Hasto turut memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa kondisi fisik tidak seharusnya menjadi ukuran kemampuan maupun prestasi seseorang.


“Banyak orang yang fisiknya belum tentu sempurna tetapi prestasinya luar biasa. Banyak juga orang yang fisiknya sempurna tapi belum tentu berprestasi,” ucapnya.


Hasto berharap para penyandang disabilitas, khususnya yang berada di Kota Yogyakarta, terus mengembangkan kemampuan dan mengambil peran di tengah masyarakat.


“Bagi para difabel yang ada di Kota Yogyakarta, ayolah kita tetap maju untuk diri kita, untuk masyarakat kita dan untuk bangsa dan negara,” tutur Hasto.


Pemecahan rekor MURI melalui pembacaan dan pengucapan teks Proklamasi serta Pancasila menggunakan bahasa isyarat yang diinisiasi dan diselenggarakan Diwa Foundation itu pun tidak sekadar menjadi pencapaian rekor.


Kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan mengenai pentingnya memberikan ruang yang setara kepada penyandang disabilitas untuk hadir, berkarya, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial maupun kebangsaan.


Melalui kegiatan ini, semangat inklusi tidak hanya disampaikan sebagai gagasan, tetapi diwujudkan lewat keterlibatan langsung penyandang disabilitas dalam momentum yang membawa nilai kebangsaan dan persatuan. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update