Notification

×

Iklan

Iklan

Haul BPH Diponegoro Ke-171 Tahun, Patra Padi Ajak Teladani Nilai Perjuangan Sang Pahlawan

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-08T09:34:44Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar Peringatan Haul Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro ke-171 tahun, pada Kamis 8 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di nDalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro, Yogyakarta, dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.


Peringatan haul ini menandai 171 tahun wafatnya BPH Diponegoro yang berpulang ke rahmatullah pada 8 Januari 1855 dalam usia 69 tahun. BPH Diponegoro dikenal sebagai pahlawan nasional dan pemimpin tertinggi Perang Jawa 1825–1830 yang mengorbankan seluruh hidupnya demi membela agama, bangsa, dan Ibu Pertiwi.


Ketua Panitia Haul Ke-171 BPH Diponegoro, R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, ST, mengatakan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang tanggal wafat seorang tokoh besar, tetapi juga momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangannya.


“Haul ini kami selenggarakan sebagai wujud penghormatan dan upaya memuliakan jasa-jasa BPH Diponegoro. Lebih dari itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat juang, keteguhan iman, serta kecintaan beliau kepada bangsa dan negara,” ujar Ketua Panitia Haul Ke-171 BPH Diponegoro, R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, ST., saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan, Kamis (8/1/2026).


Ia menjelaskan, peringatan haul tahun ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan”. Tema tersebut mencerminkan semangat persatuan antara trah Diponegoro, para tokoh, dan masyarakat dalam menjaga nilai luhur perjuangan sang pahlawan.


“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa perjuangan Diponegoro harus terus dirawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya dengan memperkuat silaturahmi dan persaudaraan,” jelasnya.


Rangkaian acara haul diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan lantunan shalawat Nabi, tahlil, serta doa bersama. Puncak acara diisi dengan istighosah dan mauidhoh hasanah yang dipimpin oleh Syeikh Abu Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia, bersama KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., dan Ustadz M. Yaser Arafat.


Suasana semakin khidmat sekaligus semarak dengan penampilan seni religi dan budaya, di antaranya Hadroh Pengajian Taman Surga Tegalrejo, Hadroh Panti Asuhan Putri Sasana Kreatif Mandiri, serta Seni Angklung Panti Asuhan Difabel Bina Siwi.


Selain dihadiri trah Diponegoro, acara haul juga diikuti perwakilan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, TNI Angkatan Darat, alim ulama, anggota legislatif, perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, santri, serta masyarakat umum.


Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan perkembangan organisasi Patra Padi yang telah melaksanakan reorganisasi kepengurusan pada November 2025. Estafet kepemimpinan Patra Padi periode 2025–2029 resmi beralih dari Rahadi Saptata Abra (Trah Diponegoro Yogyakarta) kepada Saiful Achmad Diponegoro (Trah Diponegoro Makassar).


“Pergantian kepemimpinan ini menjadi simbol bahwa semangat Diponegoro tidak hanya milik Jawa, tetapi telah menjadi spirit perjuangan Nusantara,” tuturnya.


Melalui peringatan Haul Ke-171 BPH Diponegoro ini, Patra Padi berharap nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, keteguhan prinsip, keikhlasan berjuang, dan pengabdian kepada Ibu Pertiwi dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.


“Semoga dari peringatan ini lahir Diponegoro-Diponegoro muda yang senantiasa berkhidmat untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update