Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Gunungkidul Tinjau Lokasi Longsor di Tancep, Siapkan Relokasi dan Rumah Aman bagi Warga

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T07:26:15Z



Gunungkidul, ISUETERKININEWS.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, tepatnya di Padukuhan Jono, Rabu pagi (18/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan darurat sekaligus merumuskan solusi jangka panjang bagi warga terdampak.


Dalam tinjauan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menyebut kawasan tersebut memang berada di zona rawan bencana yang telah dipantau selama lebih dari satu dekade.


“Sebagai langkah jangka pendek, seluruh unsur telah bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor,” ujar Endah.


Sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan darurat antara lain TNI, Polri, relawan Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan puing longsoran dan membuka akses yang terdampak.


Melihat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan saat hujan deras, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merekomendasikan agar rumah-rumah yang terdampak tidak lagi ditempati.


Bupati meminta pemerintah desa segera menyiapkan safety house atau rumah aman bagi warga yang tempat tinggalnya dinilai tidak layak huni. Selain itu, BPBD dan Dinas Sosial diinstruksikan menjamin ketersediaan logistik dan kebutuhan makanan selama masa tanggap darurat.


Pemkab Gunungkidul juga mulai mengkaji opsi relokasi bagi warga yang tinggal di titik paling rawan. Dalam rapat sebelumnya, “Ngarso Dalem” Sultan disebut telah memberikan izin penggunaan tanah Sultan Ground maupun tanah kas desa untuk warga miskin terdampak bencana.


Pemerintah daerah berencana mengajukan permohonan relokasi secara resmi kepada Keraton. Namun, Bupati mengakui bahwa proses ini membutuhkan pendekatan persuasif.


“Perlu edukasi kepada masyarakat karena tentu tidak mudah meninggalkan rumah yang sudah ditempati puluhan tahun. Tapi keselamatan jiwa harus menjadi yang utama,” tegasnya.


Lurah Tancep dan tokoh masyarakat diminta berperan aktif memberikan pemahaman kepada warga agar bersedia direlokasi demi keamanan bersama.


Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta perubahan jalur aliran air di perbukitan. Struktur geografis dengan dominasi material batu di bagian atas lereng memperbesar risiko terjadinya longsor susulan.


Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah daerah berencana menggalakkan penanaman vegetasi penguat tanah seperti vetiver (akar wangi) dan bambu di kawasan rawan.


“Karena ini bencana alam, maka kita harus melakukan pelestarian alam. Kita akan merekomendasikan penanaman tanaman yang mampu menahan air dan menguatkan struktur tanah,” jelasnya.


Dengan langkah terpadu antara penanganan darurat, relokasi, serta mitigasi lingkungan, Pemkab Gunungkidul berharap risiko bencana serupa di masa mendatang dapat ditekan dan keselamatan warga lebih terjamin. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update