Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Organisasi perempuan Kristen, KAWAL Indonesia, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan menggelar seminar inspiratif dan pelantikan pengurus daerah di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Senin (16/2/2026). Perayaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum refleksi dan penguatan peran perempuan di tengah dinamika zaman.
Mengangkat tema besar penguatan peran perempuan dalam menghadapi tantangan era digital dan isu-isu global, rangkaian acara dikemas dalam bentuk talk show interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengatakan pentingnya pola asuh inovatif (parenting inovatif) dalam mendampingi anak-anak yang tumbuh di tengah arus teknologi dan informasi yang masif. Ia menyoroti urgensi pemahaman orang tua, terutama ibu, terhadap karakter Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Orang tua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan digital. Memahami dunia anak hari ini menjadi kunci agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi,” ujar Hasto.
Selain itu, Basilica Dyah Putranti mengulas peran perempuan sebagai penolong dalam merespons berbagai persoalan global, mulai dari krisis sosial hingga perubahan nilai dalam masyarakat modern.
"Ia mengajak perempuan untuk tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan aktor yang aktif menghadirkan solusi," jelasnya.
Sementara itu, Johannis Siahaya mengungkapkan pentingnya peran perempuan Kristen dalam merajut harmoni di tengah keberagaman bangsa.
"Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya damai, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas," katanya.
Talk show dipandu langsung oleh Ketua Umum KAWAL Indonesia, Sarlin Mataheru Gea. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang memanfaatkan sesi tanya jawab sebagai ruang refleksi dan penguatan kapasitas diri.
Tidak hanya seminar, KAWAL Indonesia juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah mitra yang dinilai konsisten mendukung pelayanan dan program organisasi selama ini. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kolaborasi yang telah terjalin.
Rangkaian perayaan ditutup dengan pelantikan Badan Pengurus KAWAL Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencakup lima kabupaten/kota. Pelantikan ini menandai komitmen organisasi untuk memperluas pengaruh dan memperkuat struktur pelayanan di tingkat daerah.
Memasuki usia ke-19 tahun, KAWAL Indonesia menegaskan tekad untuk terus bertumbuh dan memperlengkapi perempuan agar siap menjadi penolong, pendidik, serta pembawa dampak positif bagi keluarga, gereja, dan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran perempuan tetap relevan dan strategis dalam menjawab tantangan zaman yang terus berubah. (Fqh).

