Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut pergantian tahun. Sejumlah tradisi dijalankan karena diyakini membawa keberuntungan, keharmonisan, dan energi positif, sementara beberapa pantangan dihindari agar tidak mendatangkan hal buruk di awal tahun.
Salah satu kebiasaan yang dianjurkan adalah membersihkan rumah sebelum hari Imlek. Tradisi ini dimaknai sebagai upaya menyingkirkan kesialan dari tahun sebelumnya sekaligus membuka jalan bagi datangnya rezeki dan keberuntungan. Selain itu, penggunaan pakaian berwarna cerah, terutama merah, menjadi pilihan utama karena dianggap melambangkan kebahagiaan, keberanian, dan perlindungan.
Perayaan Imlek juga identik dengan kebersamaan keluarga. Tradisi berkumpul, makan bersama, serta saling menyampaikan doa dan harapan baik menjadi bagian penting dalam menyambut tahun baru. Pemberian angpao dengan dua tangan dilakukan sebagai simbol doa restu, khususnya kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Sajian makanan khas seperti mi panjang umur, ikan, dan kue keranjang turut dihadirkan sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan.
Di sisi lain, terdapat sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari saat hari pertama Imlek. Menyapu rumah atau membuang sampah dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan yang baru datang. Mengucapkan kata-kata negatif, bertengkar, atau menangis juga dihindari karena diyakini membawa energi buruk sepanjang tahun.
Pantangan lainnya meliputi penggunaan pakaian berwarna hitam atau putih yang identik dengan suasana duka, serta memecahkan barang karena dianggap sebagai simbol keretakan hubungan. Membicarakan utang atau menagih pembayaran juga tidak dianjurkan, mengingat Imlek dimaknai sebagai awal baru yang seharusnya diisi dengan suasana damai.
Melalui kebiasaan dan pantangan tersebut, perayaan Imlek tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga sarana menjaga keharmonisan sosial. Momentum tahun baru ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk membangun sikap positif, mempererat hubungan, dan menata harapan di tahun yang akan dijalani. (Fqh).
