Notification

×

Iklan

Iklan

Reresik Sekolah Jadi Aksi Nyata Indonesia ASRI di Kota Yogyakarta

Jumat, 06 Februari 2026 | Februari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T15:27:24Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui langkah konkret di sektor pendidikan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut diwujudkan lewat Gerakan Reresik Sekolah yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan satuan pendidikan dan melibatkan ribuan pelajar di Kota Yogyakarta.


Gerakan Reresik Sekolah kembali digelar serentak pada Jumat Wage, Jumat (6/2/2026), dan dipadukan dengan kegiatan Gelar Pelajar dan Pemuda yang dipusatkan di SMP Negeri 6 Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menyasar ruang publik di sekitar sekolah sebagai bagian dari edukasi kepedulian lingkungan bagi pelajar.


Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Hasyim, mengatakan bahwa Gerakan Reresik Sekolah merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia ASRI yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama kepala daerah.


“Gerakan Indonesia ASRI menjadi salah satu penekanan Presiden, dan Pemerintah Kota Yogyakarta menindaklanjutinya secara konkret di satuan pendidikan melalui Gerakan Reresik Sekolah,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Hasyim, saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).


Hasyim menjelaskan, Gerakan Reresik Sekolah telah dicanangkan sejak tahun 2025 dan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat Wage. Sasaran kegiatan meliputi seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas, halaman, taman, kamar mandi, laboratorium, hingga perpustakaan.


Selain itu, katanya, kegiatan juga diperluas ke lingkungan sekitar sekolah. “Kami tidak hanya membersihkan area dalam sekolah, tetapi juga lingkungan sekitar, termasuk jalan-jalan di dekat sekolah dengan radius minimal 50 meter hingga 200 meter,” jelasnya.


Pelaksanaan Reresik Sekolah pada Jumat (6/2/2026) dilakukan secara serentak mulai pukul 07.00 WIB dan melibatkan seluruh jenjang pendidikan dari TK, SD, hingga SMP di Kota Yogyakarta. Disdikpora Kota Yogyakarta juga mendorong partisipasi SMA, SMK, dan MA meskipun berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


“Kami sudah menyampaikan surat kepada dinas terkait di tingkat provinsi agar SMA, SMK, dan MA dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan ini, sehingga semangat kebersihan dapat dibangun bersama,” tuturnya.


Sebagai bagian dari penguatan program, Disdikpora Kota Yogyakarta juga menyelenggarakan Lomba Kebersihan Sekolah yang diikuti seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Penilaian lomba berlangsung hingga 16 Februari 2026 dengan melibatkan tim juri lintas sektor.


“Tim penilai berasal dari berbagai unsur, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, agar penilaian kondisi sekolah dapat dilakukan secara komprehensif,” katanya.


Menurut Hasyim, lomba kebersihan sekolah bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Sekolah yang berhasil meraih predikat terbaik diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya.


“Sekolah yang menjadi juara nantinya diharapkan bisa berbagi praktik baik kepada sekolah lain. Lomba ini hanya sebagai akselerasi untuk mewujudkan Yogyakarta yang lebih asri,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menuturkan bahwa Gerakan Reresik Sekolah juga memiliki muatan pendidikan karakter bagi pelajar. Melalui kegiatan rutin tersebut, pelajar dibiasakan untuk peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.


“Gerakan Reresik Sekolah ini menjadi media habituasi bagi pelajar agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ini bagian dari pendidikan karakter yang kami dorong secara berkelanjutan,” jelasnya.


Mugi menyampaikan, pada pelaksanaan Jumat (6/2/2026), kegiatan Reresik Sekolah melibatkan sembilan sekolah di kawasan simpang empat Jetis. Sekitar lima ratus pelajar diterjunkan untuk membersihkan area publik di sepanjang jalan, sementara pelajar lainnya melakukan kegiatan serupa di lingkungan sekolah masing-masing.


“Setelah kegiatan bersih-bersih, akan dilanjutkan dengan panggung ekspresi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di kawasan Jetis. Ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat rasa kebersamaan,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa Gerakan Reresik Sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang melekat pada diri pelajar dan masyarakat.


“Harapannya, budaya bersih tidak hanya menjadi budaya pelajar, tetapi juga menjadi budaya Kota Yogyakarta secara luas,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update