Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Program mudik gratis bertajuk HS Mudik kembali diselenggarakan pada Ramadan tahun ini. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda sosial yang dihadirkan HS untuk membantu para perantau pulang ke kampung halaman tanpa harus memikirkan biaya perjalanan menjelang Idulfitri. Pelepasan mudik gratis dilaksanakan pada (14/3/2026) berlokasi di Surya Group Holding Company. Dan di lepas oleh Perwakilan HS.
Penanggung jawab acara HS Mudik, Ellya Renaldi, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang disiapkan oleh HS. Selain menyediakan fasilitas mudik gratis, pihaknya juga menghadirkan sejumlah agenda lain seperti kegiatan Hadroh dan Sholawat. Ke depan, HS juga berencana menggelar acara hiburan bertajuk Hey Slank yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang di Malang.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 200 peserta diberangkatkan menuju tiga wilayah tujuan utama, yakni Bandar Lampung, kawasan Jabodetabek, serta Pamekasan di Pulau Madura.
Rute menuju Lampung menjadi perjalanan terpanjang dalam program tersebut. Berdasarkan jadwal perjalanan yang telah disiapkan panitia, rombongan akan melintasi sekitar 15 kota sebelum akhirnya tiba di Bandar Lampung pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Perjalanan menuju Lampung juga melibatkan penyeberangan laut menggunakan kapal. Seluruh fasilitas transportasi tersebut disediakan tanpa biaya bagi peserta yang telah terdaftar dalam program HS Mudik.
Ellya berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para perantau, sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan selama bulan Ramadan.
“Harapannya kita semua bisa merasakan Lebaran yang lebih bermakna, kembali pada kesucian Idulfitri dan merasakan kasih karunia Allah. Kami juga mendoakan Bapak Surya yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit agar segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.
Salah satu peserta mudik, Ahmad Fauzi, mahasiswa asal Madura, mengaku program tersebut sangat membantu para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman.
Menurutnya, biaya perjalanan sering kali menjadi kendala utama bagi mahasiswa atau pekerja yang merantau. Dengan adanya fasilitas mudik gratis, beban tersebut dapat berkurang.
“Senang sekali karena biasanya harus menabung dulu untuk biaya pulang kampung. Dengan adanya program gratis seperti ini tentu sangat membantu,” kata Fauzi.
Ia juga menilai proses pendaftaran program HS Mudik tergolong mudah dan tidak berbelit. Bahkan bagi 20 pendaftar pertama, panitia tidak menetapkan persyaratan khusus.
“Untuk 20 orang pertama tidak ada syarat apa pun. Setelah itu baru ada ketentuan membawa lima bungkus rokok HS. Jadi prosesnya cukup sederhana,” jelasnya.
Fauzi berharap program mudik gratis tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang lebih banyak serta rute perjalanan yang semakin luas.
“Semoga ke depan program ini bisa rutin diadakan dan kuotanya ditambah, supaya lebih banyak perantau yang terbantu untuk pulang kampung,” jelasnya. (Fqh).
.jpg)
