Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Luka Menjadi Cahaya, Masjid Hj Anis Syarifah Hadir di Tanah Penuh Kenangan

Jumat, 17 April 2026 | April 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-17T12:39:50Z



Kulonprogo, isueterkininews.com — Di sebuah sudut jalan nasional yang ramai di wilayah Kulon Progo, kini berdiri harapan baru yang lahir dari kisah duka mendalam. Sebuah masjid tengah dibangun di lokasi yang dulunya menjadi saksi perpisahan terakhir seorang istri tercinta, Anis Syarifah.


Masjid itu diberi nama Masjid Hj Anis Syarifah, sebuah nama yang tak hanya menjadi penanda, tetapi juga doa agar kebaikan terus mengalir, melampaui waktu.


Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat pagi (17/4/2026), bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah. Suasana haru menyelimuti prosesi yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Keluarga, warga sekitar, hingga pihak yang pernah terlibat dalam peristiwa kecelakaan, hadir dalam satu ruang yang sama—menguatkan, bukan lagi menyalahkan.


Berlokasi di Desa Palihan, Temon, masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi, tepat di pinggir jalur utama Purworejo–Yogyakarta. Tempat yang dahulu menyimpan kesedihan, kini perlahan berubah menjadi ruang ibadah dan kebersamaan.


Bagi sang suami, membangun masjid bukan sekadar mengenang, tetapi juga merawat cinta dengan cara yang lebih abadi—menjadikannya amal jariyah yang terus hidup.


Momen ini semakin menyentuh ketika keluarga Abdullah, yang turut terlibat dalam kecelakaan, hadir dan menyampaikan empati. Istri Abdullah, Surati, mengungkapkan perasaan yang tak mudah dilupakan.


“Awalnya kami sangat terpukul. Tapi kami tidak menyangka, dari kejadian ini justru lahir sesuatu yang begitu berarti bagi banyak orang,” tuturnya lirih.


Ia juga menyampaikan harapan agar masjid tersebut menjadi tempat ibadah yang membawa ketenangan dan kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Lebih dari sekadar bangunan fisik, Masjid Hj Anis Syarifah menjadi simbol bahwa kehilangan tidak selalu berakhir pada kesedihan. Di tangan yang ikhlas, duka bisa menjelma menjadi cahaya—menerangi banyak hati, dan memberi arti baru bagi kehidupan yang terus berjalan. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update