Notification

×

Iklan

Iklan

Hangatnya Sabtu Sunyi di GKJ Gondokusuman, Wawan Harmawan Hadir Bawa Pesan Harapan

Minggu, 05 April 2026 | April 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T16:32:14Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Malam Sabtu Sunyi di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman terasa berbeda. Cahaya lilin yang temaram, lantunan doa, dan suasana hening menyatu menjadi momen reflektif bagi jemaat yang hadir dalam perayaan Paskah, Sabtu (4/4/2026).


Di tengah kekhidmatan itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut hadir dan menyapa jemaat. Kehadirannya menambah hangat suasana, menghadirkan nuansa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.


“Malam ini kami sangat senang sekali dapat membersamai jemaat GKJ Gondokusuman dalam Kebaktian Paskah Sabtu Sunyi,” kata Wawan.


Ia juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Tri Hari Suci Paskah 2026, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Namun lebih dari itu, Wawan mengajak jemaat untuk memaknai Paskah sebagai perjalanan batin yang sarat makna.


Mengacu pada tema Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, ia menyebut Paskah sebagai pengingat bahwa harapan selalu hadir, bahkan di tengah situasi paling gelap sekalipun.


“Di tengah penderitaan selalu ada harapan, di tengah perpecahan selalu ada jalan menuju persatuan,” terangnya.


Pesan itu terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di kota yang hidup dengan keberagaman seperti Yogyakarta, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan menjadi fondasi penting untuk menjaga harmoni.


Wawan pun menyinggung peran rumah ibadah yang tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga bagian dari wajah kota yang ramah. Ia membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan pengelola tempat ibadah, termasuk dalam menyambut wisatawan yang datang untuk beribadah.


Sementara itu, Ketua Majelis GKJ Gondokusuman, Purnawan Hardiyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah di tengah jemaat.


“Kehadiran ini menjadi wujud perhatian terhadap kehidupan beragama di kota ini,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa Gereja Kristen Jawa Gondokusuman kini telah memasuki usia ke-113 tahun, menjadi saksi panjang perjalanan iman sekaligus bagian dari sejarah Kota Yogyakarta.


Malam itu, Sabtu Sunyi bukan sekadar ritual, tetapi juga ruang perenungan tentang harapan, tentang kebersamaan, dan tentang cahaya yang selalu hadir setelah gelap. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update