Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gotong Royong Warga Kayen Antar Qurban 14 Sapi dan 23 Kambing di Masjid NHK Tuntas dalam Sehari

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T18:41:52Z


Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Semangat gotong royong warga Kayen menjadi kunci sukses pelaksanaan penyembelihan hewan qurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK), Condongcatur, Depok, Sleman. Sebanyak 14 ekor sapi dan 23 ekor kambing berhasil disembelih, diolah, hingga didistribusikan kepada masyarakat hanya dalam satu hari pada Rabu (27/5/2026).


Penyembelihan hewan qurban dimulai pukul 08.30 WIB di kompleks Masjid Nurul Hidayah Kayen dan seluruh proses penyembelihan berhasil dituntaskan sebelum waktu Dhuhur. Sementara proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi daging qurban kepada masyarakat selesai sekitar pukul 16.00 WIB.


Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen, Ari Yulianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan qurban tahun ini.


Menurutnya, kelancaran dan kecepatan proses qurban tidak lepas dari kekompakan warga serta koordinasi yang baik antarbagian panitia.


"Alhamdulillah, seluruh proses penyembelihan hewan qurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil dari kekompakan panitia, warga, pemuda, ibu-ibu, hingga para relawan yang bekerja penuh tanggung jawab dan keikhlasan," kata Ari.


Ari Yulianto menambahkan bahwa ibadah qurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh shohibul qurban, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga seluruh amal ibadah qurban diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi warga Kayen," ungkapnya.


Ketua Panitia Qurban 1447 Hijriah Masjid Nurul Hidayah Kayen, Sukirman, menjelaskan keberhasilan pelaksanaan qurban tahun ini ditunjang oleh pembagian tugas yang jelas dan sistem kerja yang telah dipersiapkan sejak awal.


Menurut Sukirman, seluruh seksi bekerja sesuai bidang masing-masing mulai dari penyembelihan, pengeletan, pemisahan daging, pengirisan, penimbangan, pengemasan hingga distribusi kepada masyarakat.


"Seluruh seksi bekerja fokus sesuai bidang tugasnya masing-masing. Mulai dari penyembelihan, pengeletan, pemisahan daging, pengirisan, penimbangan, pengemasan hingga distribusi berjalan sesuai alur yang sudah disepakati bersama," kata Sukirman.


Ia mengatakan koordinasi yang baik membuat proses penyembelihan 14 ekor sapi dan 23 ekor kambing dapat diselesaikan sebelum waktu Dhuhur.


"Kami bersyukur proses penyembelihan selesai lebih cepat. Ini menunjukkan kerja sama warga dan panitia sangat luar biasa. Semangat gotong royong masyarakat Kayen benar-benar terasa dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini," imbuhnya.


Dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan dilakukan oleh dua tim jagal profesional yang bekerja secara bergantian dan saling membantu. Setelah proses penyembelihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengeletan oleh tim jagal bersama warga.


Selanjutnya, proses pemisahan daging dari tulang dilakukan oleh para bapak-bapak, sedangkan pengirisan daging menjadi ukuran lebih kecil dikerjakan oleh ibu-ibu. Tahapan penimbangan dan pengemasan juga dilakukan oleh ibu-ibu dengan sistem kerja yang tertib dan terorganisasi.


Sementara itu, distribusi paket daging qurban kepada masyarakat dilakukan oleh para pemuda Kayen berdasarkan data penerima yang telah disusun di masing-masing RT.


Koordinator Seksi Pembagian Daging Qurban, Ardiyanto Nugroho, mengungkapkan panitia berhasil menyiapkan total 979 paket daging qurban yang terdiri atas 639 paket besar dan 340 paket kecil.


"Pembagian dilakukan berdasarkan data penerima di masing-masing RT sehingga proses distribusi bisa lebih tertib, merata, dan tepat sasaran. Kami juga memastikan kualitas dan komposisi paket relatif seimbang," jelas Ardiyanto.


Ia menjelaskan total estimasi daging qurban yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai hampir 1,3 ton.


Menurut Ardiyanto Nugroho, total daging sapi mencapai sekitar 1.005 kilogram setelah dikurangi sampil atau bagian khusus untuk shohibul qurban. Dengan jumlah tersebut, rata-rata satu ekor sapi menghasilkan sekitar 100 kilogram daging bersih siap distribusi.


Sementara itu, total daging kambing mencapai sekitar 290 kilogram setelah dikurangi sampil untuk shohibul qurban, dengan rata-rata hasil sekitar 14,5 kilogram per ekor.


"Total daging sapi kurang lebih mencapai 1.005 kilogram setelah dikurangi sampil untuk shohibul qurban, sedangkan total daging kambing sekitar 290 kilogram. Seluruhnya diproses secara gotong royong hingga siap dibagikan kepada warga," ucapnya.


Paket daging qurban dibagikan kepada masyarakat di wilayah RW 43, RW 44, dan RW 45 Kayen. Adapun warga RW 46 Kayen Banteng Baru saat ini telah diampu oleh Masjid Husnul Khotimah.


Panitia juga memastikan distribusi dilakukan tanpa membedakan latar belakang masyarakat, baik warga asli, penghuni kontrakan, penghuni rumah kos, maupun warga nonmuslim yang tinggal di wilayah Kayen.


Pada pelaksanaan qurban tahun ini, panitia menerapkan kebijakan baru terkait pembagian jeroan atau brodot. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jeroan dimasukkan ke dalam paket daging warga, tahun ini seluruh paket pembagian umum hanya berisi daging dan balungan.


Jeroan diberikan kepada warga yang mengajukan permohonan setelah melalui proses pembersihan oleh panitia. Beberapa jeroan sapi bahkan diminta dalam kondisi utuh untuk dibawa ke luar daerah, seperti Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, maupun sejumlah wilayah lain di Kabupaten Sleman.


Sisa jeroan dibersihkan, dipotong-potong, kemudian dikemas dalam kantong sebelum diberikan kepada para pemohon.


Selain itu, sebagian kulit sapi dihibahkan kepada Lazismu Depok untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan. Sebagian daging qurban juga disalurkan ke luar wilayah berdasarkan permohonan yang masuk, di antaranya untuk Pondok Pesantren Darul Ilmi dan sejumlah pihak lainnya.


Kesuksesan pelaksanaan qurban di Masjid Nurul Hidayah Kayen juga tidak lepas dari dukungan seksi konsumsi dan para relawan remaja.


Sejak pagi hingga sore hari, ibu-ibu yang tergabung dalam seksi konsumsi menyiapkan berbagai kebutuhan makanan dan minuman bagi panitia serta warga yang membantu pelaksanaan qurban.


Mereka menyediakan teh hangat, es teh, kopi, es kelapa muda, aneka makanan ringan tradisional seperti bakwan dan lemet, serta buah pisang dan semangka. Selain itu, panitia juga memasak soto daging sapi dan tengkleng untuk para relawan dan warga yang terlibat.


Di sisi lain, para remaja yang tergabung dalam KARISMATIK (Kajian Risalah Islam Remaja Putri Kayen) bersama remaja putra Kayen turut membantu sebagai sinoman dengan melayani kebutuhan konsumsi dan mencuci peralatan makan.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pelaksanaan qurban bukan sekadar ibadah penyembelihan hewan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan kebersamaan antarwarga di Kayen. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update