Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Sleman Gelar Syawalan Hangat, Sri Sultan Soroti Pentingnya Kebersamaan

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T02:34:23Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Nuansa hangat dan penuh keakraban terasa di Pendopo Parasamya, Kompleks Kantor Bupati Sleman, Senin (6/4/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar acara syawalan yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam X.


Syawalan yang rutin digelar usai Idulfitri ini menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya GKR Hemas, GKBRAA Adipati Paku Alam, jajaran Pemda DIY, DPRD Sleman, Forkopimda, hingga panewu, lurah, dan unsur lembaga kemasyarakatan.


Rombongan Gubernur DIY disambut langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya didampingi Wakil Bupati Danang Maharsa serta jajaran Forkopimda Sleman.


Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Idulfitri 1447 Hijriah di Sleman yang berjalan lancar dan kondusif. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sri Sultan dan Wakil Gubernur DIY.


“Atas nama Pemkab Sleman dan masyarakat, kami mengucapkan sugeng rawuh. Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujar Harda.


Ia juga berharap dukungan dan doa agar Pemkab Sleman dapat terus mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya, menuju Sleman yang lebih maju dan berkeadilan.


Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa syawalan tidak sekadar tradisi seremonial, tetapi memiliki makna lebih dalam sebagai ruang refleksi diri dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.


Menurutnya, sikap ikhlas, berprasangka baik, tawakal, serta kesabaran menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat.


“Syawalan ini diharapkan bisa menjadi oase spiritual yang menenangkan hati dan menguatkan iman. Dengan semangat Idulfitri, hubungan yang sempat renggang bisa kembali dipererat,” kata Sri Sultan.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan. Sikap bijak, empati, dan menghormati norma dinilai menjadi kunci terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.


Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, dilanjutkan dengan halal bihalal antar peserta.


Di sisi lain, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, yang turut hadir mengaku senang bisa mengikuti momen tersebut. Ia menilai syawalan menjadi sarana memperkuat sinergi dari tingkat kabupaten hingga kalurahan.


“Ini momentum yang istimewa. Suasana kebersamaan dan saling memaafkan terasa sangat kuat. Semoga membawa semangat baru untuk membangun Sleman ke depan,” ungkap Reno.


Bagi Pemkab Sleman, syawalan bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang. (Fqh).

 

×
Berita Terbaru Update