Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta mengerahkan seluruh puskesmas untuk menangani anak-anak korban dugaan kekerasan di daycare, mulai dari asesmen psikologis, pemeriksaan tumbuh kembang, hingga kunjungan rumah.
Kebijakan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani di Bendung Tanjung, Selasa (28/4/2026).
Emma mengatakan seluruh puskesmas dilibatkan dalam penanganan korban sesuai arahan Hasto Wardoyo.
“Semua puskesmas turun,” katanya.
Dalam skema penanganan, enam puskesmas diterjunkan setiap hari dengan melibatkan psikolog dan nutrisionis untuk melakukan asesmen terhadap anak-anak korban.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan perkembangan, baik kognitif, motorik maupun pertumbuhan anak.
Dari hasil awal pemeriksaan, tujuh anak teridentifikasi mengalami kondisi tubuh pendek dan akan ditindaklanjuti melalui pendampingan kesehatan.
Selain pemeriksaan awal, Dinas Kesehatan juga menyiapkan kunjungan rumah sebagai tindak lanjut asesmen.
“Setelah assessment semuanya selesai, nanti akan dilakukan kunjungan rumah. Kalau ada indikasi perlu dirujuk, langsung kami rujuk,” ungkap Emma.
Menurutnya, apabila ditemukan indikasi gangguan yang membutuhkan penanganan lanjutan, anak-anak korban akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terkait.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan orang tua lebih waspada dalam memilih layanan penitipan anak dan memastikan legalitas serta kualitas pengasuhan.
Kasus daycare di Yogyakarta saat ini tidak hanya ditangani melalui proses hukum, tetapi juga melalui intervensi kesehatan untuk pemulihan kondisi korban. (Fqh).
