Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan inspeksi ke sejumlah daycare, kelompok bermain, dan taman kanak-kanak di Warungboto, Umbulharjo, Selasa (28/4/2026), menyusul kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare.
Inspeksi dilakukan untuk memastikan kepatuhan perizinan, standar pelayanan, dan perlindungan anak.
Kepala DPMPTSP Kota Yogyakarta Budi Santosa mengatakan secara umum lembaga yang dikunjungi memenuhi standar, namun ditemukan sejumlah izin operasional yang segera habis masa berlakunya.
“Untuk izin operasional ada yang habis bulan Mei dan Juli. Kami dorong agar sebelum masa berakhir, pengelola segera mengurus perpanjangan,” kata Budi.
Pemkot juga mendata lembaga yang berizin maupun belum berizin untuk dilakukan pembinaan dan evaluasi.
“Kami tidak langsung menutup, tapi akan diidentifikasi dan dikoordinasikan,” ungkapnya.
Sementara Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta Retnaningtyas menyebut pengawasan turut menyoroti rasio pengasuh dan anak, sanitasi, layanan kesehatan, serta pola pengasuhan.
Selain inspeksi, Pemkot melaporkan 149 anak terdampak kasus daycare telah masuk pendampingan melalui asesmen dan layanan psikologis.
Pemerintah juga menyiapkan 15 lembaga pendidikan alternatif dan tambahan 17 lokasi lain bagi anak-anak terdampak, dengan biaya pendidikan ditanggung hingga akhir semester.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan terbaik,” ujar Retnaningtyas.
Kasus Little Aresha saat ini mendorong evaluasi pengawasan daycare di Yogyakarta, termasuk pemeriksaan perizinan dan standar layanan lembaga penitipan anak. (Fqh).


