Notification

×

Iklan

Iklan

Satu Tahun Pimpin Kota Yogyakarta, Hasto–Wawan Fokus Rekonstruksi Sosial dan Ekonomi Berbasis Budaya

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T17:12:25Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Kepemimpinan Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan memasuki satu tahun masa kerja. Dalam periode tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan sejumlah program prioritas yang berfokus pada rekonstruksi sosial, penguatan gotong royong, serta pengembangan ekonomi berbasis budaya.


Peringatan satu tahun kepemimpinan digelar di Taman Budaya Embung Giwangan pada Senin (30/3/2026) dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.


Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa arah kebijakan pemerintah kota difokuskan pada upaya rekonstruksi sosial atau yang disebut “noto urip bareng”. Program ini bertujuan menata kembali kebiasaan masyarakat agar lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan.


Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun Kota Yogyakarta yang nyaman dan berdaya saing. Salah satu contoh yang disoroti adalah perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.


“Dulu masyarakat masih sering buang sampah sembarangan atau war wer, sekarang kita ajak untuk mulai memilah sampah dari rumah,” kata Hasto.


Ia menjelaskan, program edukasi dan pendampingan pemilahan sampah terus digencarkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung sistem ekonomi sirkular di kota tersebut.


Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendorong penguatan nilai gotong royong untuk mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan. Salah satu program yang dijalankan adalah bedah rumah yang dilakukan secara rutin setiap minggu.


Hasto menegaskan, program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari kolaborasi masyarakat dan berbagai pihak.


“Warga kurang mampu bisa menyelesaikan kemiskinannya dengan gotong royong. Bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat menghadirkan solusi,” jelasnya.


Program bedah rumah tersebut dinilai tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian layak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di lingkungan warga.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Wawan Harmawan mengatakan bahwa dirinya bersama wali kota aktif turun langsung ke kampung-kampung melalui kegiatan blusukan. Kegiatan ini dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan di tingkat bawah.


“Kami tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh,” kata Wawan.


Meski sejumlah program telah berjalan, Hasto menyebut masih ada sejumlah agenda yang akan menjadi fokus ke depan, salah satunya mengembangkan Kota Yogyakarta sebagai kota budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Yogyakarta berencana memperkuat kalender event serta mengembangkan potensi wilayah berbasis budaya guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.


“Kota budaya harus produktif. Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan penghargaan kepada sejumlah individu dan kelompok yang berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan serta pengembangan ekonomi sirkular di Kota Yogyakarta.


Menutup acara, Hasto dan Wawan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung program pembangunan selama satu tahun terakhir. Pemerintah kota menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan di Kota Yogyakarta. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update