Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Ratusan warga memadati Masjid Sultan Agung Babadan Baru, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (17/5/2026), dalam kegiatan Pelatihan Asah Bilah dan Manajemen Qurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Depok, IKAMABA Babadan Baru, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Sleman, Takmir Masjid Sultan Agung Babadan Baru, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan Jaringan Jagal Indonesia.
Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias mengikuti kegiatan. Tidak sedikit warga yang datang membawa pisau untuk diasah secara gratis oleh tim profesional yang disiapkan panitia. Selama acara berlangsung, tercatat sekitar 1.300 bilah pisau berhasil diasah.
Selain peserta dari wilayah Sleman dan DIY, kegiatan ini juga diikuti masyarakat dari luar daerah seperti Solo, Ngawi, dan Purworejo. Adapun peserta pelatihan manajemen qurban tercatat sebanyak 183 orang.
Ketua Panitia dari JULEHA Kabupaten Sleman, Jaka Purnama, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan qurban yang sesuai syariat sekaligus memenuhi standar kebersihan dan keamanan.
“Kami bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari luar DIY. Ini menunjukkan edukasi tentang manajemen qurban dan teknik asah bilah memang masih sangat dibutuhkan,” ujar Jaka.
Menurut dia, pelaksanaan qurban saat ini memerlukan kesiapan yang lebih matang, mulai dari sumber daya manusia, kondisi peralatan, hingga tata kelola penyembelihan agar berjalan higienis dan profesional.
Acara dibuka oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Depok, KH Suryadi. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan qurban, baik dari sisi syariat, kebersihan, keamanan, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., mengapresiasi seluruh panitia, relawan, dan pemuda Babadan Baru yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini bukan hanya soal mengasah pisau, tetapi juga bagian dari edukasi umat dan penguatan nilai ibadah qurban. Antusiasme masyarakat luar biasa. Ada sekitar 1.300 pisau yang diasah gratis dan 183 peserta mengikuti pelatihan manajemen qurban,” kata Reno.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta dan penyerahan pisau untuk diasah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembukaan, foto bersama, ice breaking, hingga pembagian doorprize.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan fiqih dan manajemen qurban dari Ustadz Teguh Santoso. Materi yang disampaikan meliputi tata kelola qurban sesuai syariat Islam, pengorganisasian panitia, distribusi daging qurban, hingga standar kebersihan dan keamanan penyembelihan.
Peserta juga mengikuti materi pengenalan metalurgi bilah yang disampaikan Coach Eko serta praktik teknik asah bilah bersama Agus Budi. Pada sesi tersebut peserta dikenalkan dengan jenis logam bilah, teknik honing dan stropping, hingga cara menentukan sudut ketajaman pisau.
Kegiatan semakin meriah saat panitia membagikan berbagai doorprize kepada peserta. Hadiah yang dibagikan di antaranya sekitar 100 pisau kelet, kaos, honing, stropping, dan hadiah lainnya.
Selain menjadi sarana pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pegiat qurban dan komunitas penggiat bilah dari berbagai daerah.
Panitia berharap Pelatihan Asah Bilah dan Manajemen Qurban di Babadan Baru dapat terus digelar secara rutin setiap tahun untuk mendukung pelaksanaan qurban yang aman, higienis, profesional, dan sesuai syariat Islam. (Fqh).


