Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pameran seni “Living Walls” di INNSiDE by Melia Yogyakarta bukan sekadar suguhan visual penuh warna. Di balik deretan karya naive art yang ekspresif, tersimpan cerita personal para seniman, termasuk kisah reflektif dari seniman lokal Joan yang mengangkat tema titik balik kehidupan dalam karya-karyanya.
Bagi Joan, seni bukan hanya soal estetika, tetapi ruang untuk menceritakan pengalaman hidup yang pernah membentuk dirinya, terutama setelah masa pandemi COVID-19.
“Ini tentang titik balik kehidupan. Itu proses kekaryaan saya sendiri. Saya melewati proses berkarya sesuai jejak rekam pengalaman hidup,” kata Joan saat ditemui di sela pembukaan pameran, Selasa (12/5/2026).
Joan menampilkan karya dengan pendekatan dekoratif-figuratif, gaya visual yang menurutnya masih erat dengan karakter naive art yang menjadi benang merah pameran tahun ini.
Meski terlihat sederhana dan penuh warna, karya Joan menyimpan simbol-simbol emosional tentang perjalanan hidup, keseimbangan diri, hingga proses penyembuhan setelah masa sulit.
“Visual saya memang sepintas naif, tapi ada tema-tema simbolis. Warna purple, garis-garis, itu melambangkan proses kehidupan juga,” ungkapnya.
Menurut Joan, pengalaman setelah pandemi menjadi fase penting yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Dari situ lahir kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan, mengontrol diri, serta memiliki niat baik dalam menjalani proses hidup.
Tak hanya berbagi kisah lewat karya, Joan juga menyampaikan pesan inspiratif untuk generasi muda yang ingin terjun ke dunia seni.
Ia menilai menjadi seniman bukan semata soal bakat, melainkan keberanian untuk terus belajar, aktif membangun jaringan, dan percaya pada proses.
“Menjadi seniman itu proses. Jangan takut karena kita punya pendirian. Kalau sudah punya niat, optimis saja. Karena itu yang akan membimbing kita dan membuka jaringan,” ucapnya.
Joan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif di komunitas, mengikuti pameran, hingga kompetisi seni agar karya semakin dikenal publik.
“Sebagai seniman kita harus aktif. Tidak bisa pasif. Harus ikut pameran, komunitas, bahkan cari peluang kolaborasi,” tambahnya.
Pameran INNSiDE Art Exhibition 2026: “Living Walls” sendiri berlangsung mulai 13 Mei hingga 13 November 2026 dan terbuka untuk umum. Selain menghadirkan karya penuh warna dari seniman lokal, pengunjung juga bisa menikmati atmosfer seni modern yang berpadu dengan suasana hotel dan panorama Yogyakarta. (Fqh).
