Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Unri Butuh Pemimpin Adaptif, Mexsasai Indra Siap Bawa Kampus 40 Ribu Mahasiswa Lebih Kompetitif

Sabtu, 09 Mei 2026 | Mei 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-09T09:19:37Z




PEKANBARU,  ISUETERKININEWS.COM Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau Dr Mexsasai Indra resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030. Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor, Jumat (8/5/2026), menandai langkah awal upaya membawa Unri ke arah baru yang lebih adaptif, kompetitif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Kedatangan Mexsasai disambut Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr HM Rasuli bersama jajaran panitia. Ia tidak datang sendiri. Sejumlah pimpinan universitas dan dosen lintas fakultas turut mengantar, di antaranya Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hermandra. Kehadiran para akademisi itu memberi sinyal bahwa pencalonan Mexsasai mendapat perhatian serius dari elemen internal kampus.


Usai menyerahkan dokumen pendaftaran, Mexsasai menegaskan dirinya maju dengan bekal pengalaman panjang di dunia akademik dan birokrasi kampus. Ia menyebut rekam jejak tersebut sebagai fondasi untuk memahami persoalan mendasar yang dihadapi Unri.


“Saya tumbuh dan berproses di Universitas Riau. Mulai dari sekretaris program magister, ketua program studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dekan Fakultas Hukum, hingga sekarang menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik. Pengalaman itu membuat saya memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi kampus ini,” ujar Mexsasai.


*Unri di Titik Penting, 40 Ribu Mahasiswa Butuh Dampak Nyata*  

Bagi Mexsasai, Unri saat ini berada di titik penting. Dengan jumlah mahasiswa mendekati 40 ribu orang dan 121 program studi, universitas terbesar di Riau itu memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi daerah. 


Namun ia mengingatkan, besarnya jumlah mahasiswa dan program studi tidak cukup jika kampus tidak mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Unri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan daerah dan perkembangan global.


“Kampus hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan solusi. Universitas harus hadir menjawab persoalan masyarakat, mendukung pembangunan daerah, dan memperkuat daya saing bangsa,” katanya.


Menurutnya, arah pembangunan Unri ke depan harus selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Kampus, kata dia, harus menjadi motor penggerak, bukan hanya menara gading.


*Jaga Marwah Akademik, Adu Gagasan Bukan Kekuasaan*  

Di tengah dinamika pemilihan, Mexsasai berharap proses pemilihan rektor berjalan kondusif dan menjaga marwah akademik kampus. Ia menilai pesta demokrasi di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang adu gagasan, bukan sekadar kompetisi kekuasaan.


“Pemilihan rektor adalah momentum untuk merumuskan arah Unri lima tahun ke depan. Kita harus mengedepankan substansi, visi, dan kontribusi nyata bagi Riau dan Indonesia,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr HM Rasuli menyebut hingga Jumat (8/5/2026), sudah ada dua bakal calon yang resmi mendaftar. Sebelumnya, Dekan FKIP Unri Prof Dr Jimmi Copriady lebih dahulu mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.


“Minimal ada empat bakal calon yang mendaftar. Setelah tahapan pendaftaran, selanjutnya dilakukan verifikasi dokumen pada 13 Mei dan rapat senat pada 17 Juni 2026,” jelasnya.


Kontestasi menuju kursi Rektor Universitas Riau kini mulai bergerak. Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, publik kampus menunggu figur yang mampu membawa Unri bukan sekadar besar sebagai institusi, tetapi juga kuat dalam pengaruh dan kontribusi bagi masyarakat Riau. 


***

×
Berita Terbaru Update