Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kegiatan Sosial dan Spiritual Warnai Rangkaian Waisak 2570 BE di Yogyakarta

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T12:59:23Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Daerah Istimewa Yogyakarta digelar melalui program Vesakha Sananda dengan melibatkan lebih dari belasan kegiatan sosial, spiritual, lingkungan hingga kemanusiaan selama satu bulan penuh menjelang puncak Waisak.


Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Pandu Dinata, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi nilai-nilai Waisak yang tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, tetapi juga pengabdian sosial kepada masyarakat.


“Dalam rangkaian Vesakha Sananda ini ada sekitar 12 sampai 13 kegiatan sosial dan spiritual yang dilaksanakan selama satu bulan menjelang Waisak,” kata Pandu saat ditemui, Kamis (7/5/2026).


Kegiatan diawali dengan penghayatan Dharma dan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara. Dalam kegiatan tersebut, umat Buddha melakukan penghormatan kepada para pahlawan melalui upacara, tabur bunga, ziarah, dan aksi bersih-bersih area makam.


Selain itu, panitia juga menggelar donor darah, edukasi lingkungan melalui penuangan eco enzyme di Embung Tambakboyo, hingga kegiatan pelestarian alam sebagai bagian dari rangkaian perayaan.


Pada 14 Mei 2026, umat Buddha DIY dijadwalkan menggelar Tribuana Manggala Bakti yang diisi pelepasan makhluk hidup, penanaman ratusan pohon, serta pertunjukan seni budaya.


Sementara pada 20 Mei 2026, kegiatan lokakarya akan digelar di Center for Religious and Cross-cultural Studies UGM yang disertai santunan bagi anak yatim piatu beragama Buddha.


Di hari yang sama, umat Buddha dari berbagai daerah juga akan mengikuti Gerakan Hening Nusantara, yakni meditasi bersama yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.


Menjelang puncak Waisak di Candi Borobudur, sejumlah agenda rutin kembali dilaksanakan, termasuk bakti sosial kesehatan gratis yang diperkirakan melayani sekitar 15 ribu pasien.


Ritual pengambilan air suci dan api suci dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Mei 2026 sebelum puncak perayaan Waisak di Borobudur. Pada malam pelepasan lampion Waisak, sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan hadir dan Presiden RI disebut berpotensi menghadiri acara tersebut.


Pandu menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini diselenggarakan secara mandiri melalui gotong royong umat Buddha dan dukungan dana swadaya masyarakat.


“Kami membentuk panitia dari berbagai elemen umat Buddha, kemudian membuat proposal dan mengajak semua pihak berdonasi melalui CSR, komunitas maupun pribadi. Jadi seluruh dana ini murni dana mandiri,” ungkapnya.


Ia menambahkan, ASN beragama Buddha di lingkungan Kementerian Agama juga menjalankan praktik Upawasa atau puasa selama 30 hari sebagai bentuk pengendalian diri sekaligus penggalangan dana sosial.


Dana hasil penghematan selama puasa kemudian dikumpulkan melalui lembaga dana paramita untuk mendukung beasiswa pendidikan dan bantuan sosial masyarakat.


“Semangat Waisak bukan hanya ritual, tetapi juga berbagi, menjaga alam, memperkuat welas asih, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update