Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hasto Lepas Puluhan Kendaraan Nir Emisi di Yogyakarta

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-07T12:33:44Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melepas puluhan kendaraan nir emisi berbasis listrik dalam kegiatan Flag Off Parade Kendaraan Nir Emisi dan Bazar UMKM Jogja Bersinar di Jalan Ipda Tut Harsono, Sabtu (6/6/2026).


Kendaraan yang terdiri dari becak listrik dan mobil listrik itu berparade melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Yogyakarta, antara lain Jalan Timoho, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, Jalan Senopati, dan Jalan Kusumanegara.


Hasto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penggunaan transportasi rendah emisi sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.


“Upaya mendorong transportasi rendah emisi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari kebutuhan dan arah pembangunan Kota Yogyakarta di masa depan,” ujar Hasto.


Menurut dia, penggunaan kendaraan ramah lingkungan diperlukan untuk mengurangi pencemaran udara, meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, serta mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan.


Ia menegaskan parade kendaraan listrik bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari kampanye untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.


Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Hasto, telah menjalankan sejumlah program pendukung transportasi berkelanjutan, di antaranya penataan kawasan pedestrian Malioboro, pengembangan jalur sepeda, penguatan ruang publik ramah pejalan kaki, serta konversi becak motor menjadi becak listrik.


“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih sehat, manusiawi, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas khas Jogja,” jelasnya.


Meski demikian, Hasto menekankan bahwa transformasi menuju transportasi rendah emisi harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.


“Kita tidak ingin perubahan ini justru menimbulkan kesenjangan baru. Sebaliknya, kita ingin memastikan bahwa transformasi menuju kota yang lebih hijau juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.


Sementara itu, pengemudi becak listrik Warsidi mengaku merasakan manfaat ekonomi sejak beralih menggunakan kendaraan listrik sekitar satu tahun terakhir. Menurut dia, biaya operasional menjadi lebih hemat karena tidak lagi membutuhkan bahan bakar minyak.


“Lebih irit dibanding dulu pakai bentor karena tidak perlu beli bensin lagi. Jadi pengeluaran sehari-hari bisa berkurang,” ungkapnya.


Ia mengatakan pengisian daya baterai dilakukan di fasilitas pengisian yang tersedia di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta dan dapat digunakan secara gratis oleh pengemudi becak listrik.


Pemerintah Kota Yogyakarta berharap penggunaan kendaraan listrik terus meningkat sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update