Menurut Romo Acun, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun berbagai bentuk provokasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Ia menilai sikap bijak dalam menyaring informasi menjadi salah satu kunci menjaga keharmonisan di Yogyakarta.
"Mari bersama-sama menjaga Yogyakarta tetap damai dan kondusif," ujar Romo Acun, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, perbedaan pandangan, kritik, maupun penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Bahkan, menurutnya, sikap kritis masyarakat, termasuk mahasiswa, menunjukkan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
"Sikap kritis masyarakat dan mahasiswa adalah bukti kecintaan kepada bangsa. Itu merupakan kontribusi pemikiran agar Indonesia semakin baik dan maju," katanya.
Meski demikian, Romo Acun menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kritik, lanjutnya, harus disampaikan dengan tetap menghormati hukum, menjaga ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun anarkisme.
"Kritik adalah hak setiap warga negara, tetapi harus disampaikan secara damai dan bertanggung jawab," tegasnya.
Ia menilai tindakan anarkis hanya akan merugikan masyarakat, merusak fasilitas umum, serta mencederai semangat demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi.
Romo Acun juga mengingatkan bahwa Yogyakarta memiliki identitas sebagai Kota Budaya sekaligus Kota Pendidikan yang dikenal dengan nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarmasyarakat.
"Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan. Karena itu, setiap aksi penyampaian pendapat hendaknya dilakukan secara damai, tertib, dan tidak mudah terpancing provokasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, setiap kritik kepada pemerintah seharusnya menjadi masukan yang konstruktif demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan Indonesia.
"Perbedaan jangan sampai memecah persaudaraan. Jadikan kritik sebagai energi untuk membangun bangsa," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Romo Acun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar Yogyakarta senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan kondusif.
"Mari kita jaga Yogyakarta tetap ayem tentrem, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan serta kedamaian," pungkasnya. (Fqh).
