Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Kota Yogyakarta kembali menghidupkan denyut dunia literasi melalui Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026. Mengusung tema "Laku", festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta ini mengajak masyarakat untuk memaknai sastra sebagai perjalanan hidup yang dijalani dengan kesadaran, penghayatan, dan pengabdian.
Rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2026 diawali dengan pembukaan Sayembara Puisi Nasional, sebuah kompetisi yang membuka kesempatan bagi siapa saja di seluruh Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan perasaan melalui karya puisi.
Tema Laku menjadi kelanjutan perjalanan Festival Sastra Yogyakarta yang sejak 2022 konsisten mengangkat nilai-nilai budaya Jawa melalui tema Mulih, Sila, Siyaga, dan Rampak. Tahun ini, "Laku" dipilih sebagai simbol perjalanan berkarya yang tidak hanya menghasilkan karya sastra, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengatakan Festival Sastra Yogyakarta hadir sebagai ruang bertemu bagi para penulis, pembaca, pegiat sastra, hingga masyarakat umum untuk merawat semangat literasi.
"Melalui tema Laku, kami ingin menegaskan bahwa sastra bukan hanya menjadi ruang ekspresi dan refleksi budaya, tetapi juga memiliki daya hidup bagi ekosistem sastra serta para pelakunya," ujar Yetti, Selasa (21/7/2026).
Melalui Sayembara Puisi Nasional, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berharap semakin banyak karya sastra lahir dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia tanpa memandang profesi maupun latar belakang.
Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga puisi orisinal yang belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam perlombaan lain. Selain mengedepankan kreativitas, panitia juga menegaskan bahwa setiap karya harus bebas dari muatan yang mengandung unsur SARA.
Tak hanya menjadi ajang berkarya, sayembara ini juga memberikan apresiasi kepada para pemenang. Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta bagi juara kedua, Rp1 juta untuk juara ketiga, serta penghargaan Puisi Favorit bagi dua karya pilihan dengan hadiah masing-masing Rp250 ribu.
Karya peserta akan dinilai oleh tiga sastrawan, yakni An Ismanto, Hasta Indriyana, dan Nur Wahida Idris. Sementara karya-karya yang lolos seleksi nantinya akan diterbitkan dalam bentuk antologi puisi oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk kepentingan nonkomersial, dengan hak cipta yang tetap dimiliki oleh masing-masing penulis.
Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Melalui Festival Sastra Yogyakarta 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semangat berkarya dan budaya membaca terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu kota yang konsisten merawat kehidupan sastra dan literasi di Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme sayembara dapat diakses melalui akun Instagram @festivalsastrayk dan @dinaskebudayaankotajogja, atau melalui layanan WhatsApp panitia di nomor 0822-2036-0509. (Fqh).
