Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sleman Dorong Pariwisata Berkelanjutan Melalui Event, Konektivitas Destinasi, dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-06T14:39:52Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi, peningkatan kualitas pengelolaan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.


Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Coffee Morning Partnership antara jajaran DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sleman dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya, S.Sn., M.M., bersama jajaran di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Kamis (3/9/2026).


Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun penuh gagasan tersebut, berbagai strategi pengembangan pariwisata dibahas, mulai dari penguatan daya tarik destinasi, peningkatan kapasitas pengelola wisata, hingga optimalisasi manfaat dari event pariwisata berskala nasional maupun internasional yang digelar di Sleman.


Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya mengatakan, wilayah Sleman memiliki potensi wisata yang besar untuk terus dikembangkan. Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak hanya bergantung pada upaya promosi, tetapi juga bagaimana sektor ini mampu memberikan kontribusi ekonomi secara langsung kepada masyarakat.


"Destinasi wisata ke depan harus dikemas lebih menarik dan mampu menjawab kebutuhan wisatawan. Tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi perlu menghadirkan inovasi melalui aktivitas wisata, peningkatan pelayanan, serta atraksi yang memberikan pengalaman berbeda," ujar Edy.


Ia menjelaskan, pengembangan konsep wisata yang inovatif menjadi faktor penting agar wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk tinggal lebih lama di Sleman.


Selain pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola destinasi juga menjadi perhatian. Menurut Edy, pelatihan, pendampingan, dan bimbingan teknis diperlukan agar pengelola wisata mampu menjalankan manajemen destinasi secara profesional serta memenuhi standar pelayanan wisata.


"Pengembangan destinasi bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia para pelaku dan pengelola wisata agar semakin siap memberikan pelayanan terbaik," katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Dev., menyampaikan bahwa pengelolaan pariwisata perlu dilakukan secara terpadu, terutama dalam aspek konektivitas antara destinasi dan transportasi.


Menurutnya, keterhubungan antarwilayah wisata akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi di Sleman dengan lebih nyaman dan fleksibel.


Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan konsep Transit Multifungsi di kawasan Bokoharjo. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.


Pada tahun 2026, rencana tersebut akan memasuki tahap evaluasi lanjutan melalui peninjauan masterplan serta feasibility business plan. Jika hasil kajian menunjukkan kelayakan, proses berikutnya akan diarahkan pada persiapan pembiayaan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.


Kawasan transit tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat perpindahan wisatawan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif.


"Yang ingin dicapai adalah bagaimana kunjungan wisatawan memberikan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, ekonomi kreatif, transportasi wisata, hingga masyarakat sekitar destinasi," jelas Kus Endarto.


Event Pariwisata Disiapkan Sebagai Penggerak Ekonomi


Selain pengembangan destinasi, Dinas Pariwisata Sleman juga menyiapkan sejumlah agenda besar pada tahun 2027 sebagai bagian dari strategi meningkatkan kunjungan wisatawan.


Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain Festival Gamelan Kutuk-Kutuk pada September 2027 di kawasan Pakem dan Festival Geopark pada November 2027.


Festival Gamelan Kutuk-Kutuk membawa tema "Harmony for All, Harmony Partnership", sementara Festival Geopark mengusung tema "Adventure for All".


Festival Geopark nantinya akan mengangkat potensi kawasan geowisata di Sleman dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk seminar internasional serta keterlibatan komunitas wisata.


Kus Endarto menegaskan bahwa penyelenggaraan event wisata harus memiliki dampak yang lebih luas dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.


Menurutnya, keberadaan event harus mampu membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor masyarakat, termasuk UMKM, ekonomi kreatif, pelaku transportasi wisata, sektor kuliner, hingga masyarakat sekitar lokasi kegiatan.


Edy Winarya menambahkan, berbagai event nasional maupun internasional yang telah dilaksanakan di Sleman akan terus dievaluasi agar penyelenggaraan berikutnya semakin memberikan manfaat bagi daerah.


Evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap dampak ekonomi, tetapi juga aspek keamanan, kenyamanan wisatawan, serta kualitas pelaksanaan kegiatan.


Media Berperan Dalam Memperluas Promosi Wisata


Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD IWOI Kabupaten Sleman Yupiter Ome bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan dan promosi pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman.


Menurut Yupiter, kerja sama antara pemerintah daerah dan media memiliki peran penting dalam mengenalkan berbagai potensi wisata serta program pengembangan pariwisata kepada masyarakat luas.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat promosi destinasi Sleman dan meningkatkan daya saing pariwisata daerah di tingkat nasional maupun internasional. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update