Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jogja International Kite Festival 2026 Resmi Dibuka, Langit Parangkusumo Jadi Simbol Persahabatan Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 | Juli 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-12T09:56:28Z


Bantul, ISUETERKININEWS.COM – Langit Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berubah menjadi simbol persahabatan dunia saat Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi dibuka, Sabtu (11/7/2026). Festival layang-layang bertaraf internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini mempertemukan peserta dari 17 negara dan puluhan komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia.


Mengusung tema "Melayang Bersama Keluarga Mewujudkan Generasi Emas yang Bertradisi, Berbudaya, dan Berinovasi", Jogja International Kite Festival 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya, promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta penguatan nilai kebersamaan lintas bangsa.


Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan Bregodo sebagai representasi prajurit Keraton Yogyakarta yang melambangkan keteguhan sikap, kedisiplinan, dan semangat menjaga nilai-nilai budaya. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penampilan Sanggar Simbah melalui Tari Krido Mahardika yang menggambarkan semangat perjuangan, keberanian, dan keluhuran budaya Yogyakarta sebelum seremoni resmi dimulai.


Acara pembukaan dihadiri perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Bantul beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul, Direktur Utama AirNav Indonesia beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, pimpinan kementerian dan lembaga, sponsor, mitra kerja, insan media, serta delegasi nasional dan internasional.


Jogja International Kite Festival 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Angkasa Satu di bawah kepemimpinan RDA Yuristianto selaku Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu. Festival tahun ini diikuti 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi dari 17 negara, di antaranya Amerika Serikat, India, Vietnam, Tiongkok, Lithuania, Brasil, Haiti, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.


Ketua Panitia Jogja International Kite Festival 2026, Anang Sarijiyanto, mengatakan layang-layang memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dunia tanpa memandang latar belakang budaya maupun usia.


"Layang-layang mampu menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan usia dalam semangat persahabatan. Kami ingin menjadikan JIKF bukan hanya sebagai festival, tetapi juga media pendidikan karakter, pelestarian budaya, penguatan nilai keluarga, sekaligus ruang lahirnya generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan inovatif," kata Anang.


Menurut Anang, sebelum puncak penyelenggaraan, panitia telah melaksanakan berbagai kegiatan Road to Jogja International Kite Festival 2026. Rangkaian tersebut meliputi kompetisi layang-layang daerah, workshop dan edukasi, cultural experience, city tour, promosi destinasi wisata, hingga program pemberdayaan masyarakat.


Ia menjelaskan, seluruh kegiatan tersebut dirancang agar peserta mancanegara tidak hanya mengikuti festival, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, kuliner, kerajinan, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta secara lebih dekat.


Selain menjadi ajang budaya internasional, Jogja International Kite Festival 2026 juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk-produk unggulan lokal dipamerkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.


Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Prasadiadi, mengatakan festival tersebut semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya berkelas dunia.


"Festival ini menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya, warna, bentuk, dan imajinasi yang bergerak mengikuti arah angin. JIKF tidak hanya memperlihatkan keindahan layang-layang, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara," ungkap Imam.


Menurut Imam, penyelenggaraan festival budaya internasional seperti Jogja International Kite Festival menjadi bagian dari strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring kerja sama budaya global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.


Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari OLLANESIA (Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia), lomba mewarnai, pertunjukan layang-layang internasional, pameran UMKM, hingga Night Flying Kite Show yang menjadi salah satu atraksi utama festival.


Penyelenggaraan Jogja International Kite Festival 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Event by Indonesia, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Bantul, Komunitas Angkasa Satu, Generasi Muda Kulon Progo (GMK), KaryaPost, AirNav Indonesia, serta berbagai komunitas, sponsor, dan mitra kerja.


Melalui kolaborasi tersebut, Jogja International Kite Festival 2026 diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional yang mampu memperkuat diplomasi budaya Indonesia, meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat, serta semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di tingkat dunia. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update