Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul resmi mengoperasikan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 707 di petak jalan rel Sentolo (STL)–Rewulu (RWL), Senin (3/8/2026). Pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang.
Peresmian JPL 707 dihadiri Deputy Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6 Yogyakarta Rahim Ramdhani beserta jajaran manajemen, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Forkopimda Kecamatan Sedayu, Kapolsek Sedayu, Koramil Sedayu, pemerintah kalurahan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita, pengoperasian perdana palang pintu, serta penyiraman air dan pecah kendi sebagai simbol harapan agar operasional JPL 707 mampu memberikan perlindungan maksimal bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Deputy EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Rahim Ramdhani mengatakan pengoperasian JPL 707 merupakan hasil sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang lebih aman.
"Peresmian operasional JPL 707 ini menjadi bukti bahwa peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak. Sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal," kata Rahim.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan perjalanan kereta api.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan hingga JPL 707 dapat dioperasikan.
Feni mengimbau masyarakat agar tetap disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan mematuhi rambu lalu lintas, berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
"Fasilitas keselamatan yang telah tersedia akan memberikan manfaat optimal apabila diiringi dengan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama," ujar Feni.
Ia menambahkan, KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang lainnya. Selain membangun fasilitas yang lebih aman, KAI juga mengajak masyarakat menjaga seluruh sarana keselamatan agar tetap berfungsi secara optimal.
Pengoperasian JPL 707 diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus mendukung terciptanya perjalanan kereta api yang lebih aman, tertib, dan andal di wilayah operasional KAI Daop 6 Yogyakarta. (Fqh).


