Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Suara Inklusi untuk Semua 2026 Digelar di Malioboro, 1.000 Penyandang Disabilitas Ikut Proklamasi Bersama

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T05:09:21Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Ribuan masyarakat dari berbagai unsur dan komunitas akan terlibat dalam kegiatan Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang digelar di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).


Kegiatan yang diinisiasi DIWA Foundation tersebut mengangkat tema kolaborasi dalam kesetaraan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan sekitar 1.000 penyandang disabilitas dalam pengucapan teks Proklamasi 1945 secara bersama-sama sebagai bagian dari upaya pencatatan Rekor MURI.


Founder DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi titik awal rangkaian Suara Inklusi untuk Semua yang selanjutnya akan dilaksanakan secara estafet di sejumlah wilayah Indonesia.


“Ini merupakan sebuah titik awal dari serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh DIWA Foundation secara estafet di seluruh Indonesia,” ujar Diah Warih dalam jumpa pers Suara Inklusi untuk Semua, di Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).


Menurut Diah, kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk merepresentasikan keberagaman Indonesia. Setiap elemen masyarakat, kata dia, memiliki ruang dan peran yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Parade Kebangsaan di Malioboro


Rangkaian Suara Inklusi untuk Semua 2026 akan diisi dengan Parade Kebangsaan yang melibatkan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat di Yogyakarta.


Parade tersebut membawa Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan. Prosesi berlangsung dari kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.


Selain parade, kegiatan juga akan menampilkan prosesi pertemuan antara perwakilan pemimpin dan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


Prosesi tersebut menjadi simbol kesetaraan serta pesan bahwa masyarakat dan pemimpin perlu berjalan bersama dalam membangun bangsa.


Konsep kegiatan juga memadukan unsur Asta Cita, kearifan lokal, dan filosofi budaya Indonesia. Salah satu elemen yang digunakan adalah pasar tradisional sebagai gambaran kehidupan masyarakat.


Bendera Merah Putih Dibentangkan 1.000 Meter


Agenda lainnya adalah pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter yang dilakukan bersama oleh berbagai elemen masyarakat.


Peserta yang terlibat antara lain organisasi kemasyarakatan, petani, pedagang, ibu-ibu, komunitas, hingga masyarakat umum.


Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan pemimpin di atas panggung. Penyelenggara memaknai prosesi itu sebagai simbol penyerahan amanah, aspirasi, dan harapan masyarakat kepada negara.


Libatkan 1.000 Penyandang Disabilitas


Keterlibatan sekitar 1.000 penyandang disabilitas menjadi salah satu fokus utama kegiatan.


Mereka akan bersama-sama mengucapkan Proklamasi 1945 dalam upaya pencatatan Rekor MURI. Bagi DIWA Foundation, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan pengakuan rekor, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kesetaraan bagi penyandang disabilitas.


Diah mengatakan penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ruang publik.


“Ini bukan hanya sekadar pemecahan Rekor MURI. Ini melambangkan bahwa dengan kebersamaan dan keutuhan rakyat Indonesia dengan semangat proklamasi, yang merupakan titik awal perjalanan bangsa, akan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Diah.


Suara Inklusi untuk Semua 2026 selanjutnya akan dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan di berbagai daerah di Indonesia.


Yogyakarta dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai memiliki nilai historis dan budaya yang kuat dalam merepresentasikan keberagaman masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, DIWA Foundation mendorong agar keberagaman dan kesetaraan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam ruang publik. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update