Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Sebanyak 219 kafilah dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta terdaftar mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) tingkat Kota Yogyakarta 2026. Seleksi tersebut akan digelar pada Sabtu, 5 September 2026 di Balai Kota Yogyakarta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., mengatakan jumlah peserta tersebut berasal dari kuota yang disediakan panitia sebanyak 280 kafilah. Pendaftaran ditutup pada 31 Agustus 2026.
"Alhamdulillah, sampai tanggal 31 Agustus kemarin sudah terdaftar secara resmi sebanyak 219 kafilah," kata Ahmad Shidqi dalam jumpa pers STQH dan Halal Fest 2026 di Ruang Rapat Diskominfosan Kota Yogyakarta, Kamis (3/9/2026).
STQH 2026 Kota Yogyakarta mempertandingkan sejumlah cabang, yakni tilawah anak dan dewasa putra-putri, tahfiz Al-Quran 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz putra-putri.
Selain itu, terdapat cabang tafsir bahasa Arab putra-putri serta hadis yang meliputi hafalan 100 hadis dengan sanad dan 500 hadis tanpa sanad.
Ahmad mengatakan STQH tingkat daerah menjadi bagian dari proses seleksi menuju STQH tingkat nasional yang akan berlangsung pada 2027.
Dia berharap seleksi tingkat Kota Yogyakarta dapat menghasilkan peserta potensial yang mampu mewakili DIY dalam ajang tingkat nasional.
"Dari seleksi yang kita lakukan pada 5 September 2026 ini akan menghasilkan potensi-potensi dan bakat-bakat luar biasa dari Kota Yogyakarta yang bisa mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta ke tingkat nasional," jelasnya.
21 Kafilah Kota Yogyakarta Wakili DIY
Ahmad juga menyampaikan bahwa Kota Yogyakarta memberikan kontribusi besar terhadap kontingen DIY. Dari total 53 kafilah DIY, sebanyak 21 kafilah berasal dari Kota Yogyakarta.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan adanya potensi peserta dari Kota Yogyakarta yang perlu terus dibina untuk menghadapi ajang di tingkat yang lebih tinggi.
"Dari 53 kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta, 21 kafilah ini berasal dari Kota Yogyakarta," katanya.
STQH Dirangkai dengan Halal Fest
Pelaksanaan STQH Kota Yogyakarta 2026 juga dirangkai dengan Halal Fest yang digelar bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Sebanyak 20 booth disediakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah memiliki sertifikat halal.
Ahmad mengatakan Halal Fest diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem halal di Kota Yogyakarta sekaligus menjadi sarana kampanye produk halal.
"Selain untuk membentuk ekosistem halal yang ada di Kota Yogyakarta, paling tidak ini juga bisa menjadi semacam kampanye produk halal," ungkapnya.
Menurut Ahmad, penguatan ekosistem halal juga berpotensi mendukung sektor pariwisata, terutama dalam menghadirkan destinasi dan layanan wisata yang semakin memperhatikan kebutuhan wisatawan terhadap produk halal.
Pelaksanaan STQH dan Halal Fest 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Yogyakarta, DPRD Kota Yogyakarta, LPTQ, Baznas, BPJPH, serta mitra media.
Ahmad mengajak masyarakat turut mendukung dan mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan STQH Kota Yogyakarta 2026 berjalan lancar. (Fqh).
