Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Halal Fest 2026 Digelar Bersamaan STQH Yogyakarta, 20 Booth UMKM Disiapkan

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T03:02:05Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Sebanyak 20 booth disiapkan dalam pelaksanaan Halal Fest 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Kota Yogyakarta. Booth tersebut diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah memiliki sertifikat halal.


Halal Fest 2026 digelar melalui kolaborasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).


Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian STQH, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem halal di Kota Yogyakarta.


"Selain untuk membentuk ekosistem halal yang ada di Kota Yogyakarta, paling tidak ini juga bisa menjadi semacam kampanye produk halal. Ini juga dapat membantu sektor lainnya, seperti pariwisata," ujar Ahmad Shidqi dalam jumpa pers STQH dan Halal Fest 2026 di Ruang Rapat Diskominfosan Kota Yogyakarta, Kamis (3/9/2026).


Menurut Ahmad, kehadiran Halal Fest memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk yang telah tersertifikasi halal kepada masyarakat.


Selain menjadi ruang promosi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara pengembangan produk halal dengan sektor ekonomi lainnya di Kota Yogyakarta.


Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Abmi, menyambut kolaborasi tersebut.


Abmi menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan BAZNAS yang telah melibatkan BPJPH dalam pelaksanaan Halal Fest.


"Halal Festival ini mungkin yang pertama di Indonesia yang bergabung dengan STQH," ungkap Abmi.


Ia menjelaskan BPJPH merupakan badan yang ditugaskan pemerintah untuk mengurusi sertifikasi halal. Menurutnya, perkembangan industri halal saat ini telah meluas dan tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan.


"Halal saat ini bukan lagi hanya masalah agama, tetapi halal sendiri sudah menjadi tren ekonomi dunia," tuturnya.


Karena itu, menurut Abmi, pelaksanaan Halal Fest menjadi momentum bagi UMKM untuk mempercepat proses sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing produk.


"Kesempatan ini sangat baik bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Yogyakarta dalam upaya untuk mempercepat sertifikasi halal UMKM yang ada di Kota Yogyakarta," katanya.


Pelaksanaan Halal Fest 2026 diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM bersertifikat halal dengan masyarakat sekaligus memperluas kampanye produk halal di Kota Yogyakarta.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi halal yang dapat memberikan dampak terhadap sektor UMKM maupun sektor lain, termasuk pariwisata. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update