Notification

×

Iklan

Iklan

Edy Natar Nasution dalam Perspektif Tokoh Riau Fauzi Kadir

Sabtu, 24 Februari 2024 | Februari 24, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-24T11:42:35Z


 PEKAN BARU - ISUETERKININEWS.COM

Pilkada serentak Gubernur dan bupati/walikota tinggal hitungan bulan. Kalau tidak ada halangan politik hajatan demokrasi ini akan digelar pada 27 November 2024.


Salah satu yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2024-2029.


Namun setakad ini belum muncul calon kandidat yang menyatakan niatnya maju secara terbuka dalam kontestasi politik pemilihan Gubernur Riau ini. Yang ada hanya prediksi media sesuai dengan versi masing- masing.


Dalam prediksi yang dimunculkan tersebut sejumlah nama diapungkan seperti Syamsuar, Edy Natar Nasution, Andi Rahman, Abdul Wahid, Achmad, Hendry Munif, Yopi Arianto, Yulisman dan lainnya.


Merespon konstelasi ini, tokoh masyarakat Riau sekaligus pengamat politik Fauzi Kadir SH MS mengatakan semua kandidat calon yang ada merupakan putra- putra terbaik Riau yang memiliki pengalaman dan peluang yang sama untuk mencapai puncak kekuasaan tertinggi di Bumi Lancang Kuning.


Kendati demikian, ketika ditanya dari sekian figur yang ada siapa yang lebih memiliki potensi tanpa pretensi Fauzi Kadir mengupas sosok Edy Nasution dari berbagai perspektif. "Tanpa pretensi apalagi bermaksud menafikan yang lain, saya mencoba memotret sosok Edy Nasution," ujar Fauzi 24/02/2024.


Menurut Fauzi dari perspektif sosial, Brigadir Jenderal TNI (Purn) H Edy Afrizal Natar Nasution SIP sebagai bakal calon Gubernur Riau pada Pilkada Serentak 2024 mengundang perhatian luas dari berbagai lini masyarakat. "Sebagai seorang purnawirawan TNI-AD dengan karier yang kaya pengalaman, menimbulkan harapan bagi banyak orang terkait kepemimpinan di Riau," kata Fauzi kepada berazamcom dalam bincang-bincang santai pada Sabtu (24/2/2024).


Dari sudut pandang politik, kehadiran Edy Natar Nasution sebagai sosok yang telah menduduki berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan militer menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat dan mampu menghadapi tantangan di tingkat gubernur. "Dukungan yang mungkin diterimanya dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, dapat membentuk landasan yang solid untuk mencapai visi dan misi politiknya," sambung mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta ini.


Dalam konteks geopolitik, pengalaman Edy Natar Nasution dalam menjalankan tugas di luar negeri membuktikan kemampuannya dalam menghadapi dinamika yang kompleks. Kemungkinan kerjasama yang dapat dibangunnya dengan pusat dan para kepala daerah serta stakeholder lainnya dapat membawa manfaat dalam mengembangkan potensi Riau secara lokal maupun nasional.


Dari segi agama, etika, dan moralitas, Edy Natar Nasution diharapkan dapat menjalankan kepemimpinan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, etika, dan moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Riau. "Kemampuannya untuk membangun kedamaian dan kerukunan antar umat beragama serta menjunjung tinggi integritas dan moralitas dalam berbagai aspek kehidupan menjadi hal yang sangat penting," ulas Fauzi lagi.


Gerakan dakwah yang populer dengan sebutan Gerakan Solat Subuh Berjamaah (GSSB), kata Fauzi mengonfirmasi modal sosial yang dimiliki oleh Edy Nasution.


Gerakan ini kata Fauzi sangat menginspirasi bagi umat muslim di Riau. "Hemat saya gerakan dakwah yang dipelopori Edy Nasution ini dapat mengubah paradigma umat khususnya umat Islam kearah yang lebih baik dengan membangun dan memperkuat hubungan intim antara manusia dengan Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa,' ucapnya.


"Secara overall rencana majunya Edy Natar Nasution sebagai bakal calon calon Gubernur Riau pada Pilkada Serentak 2024 memiliki dampak yang luas dari berbagai segi. Harapan dan tantangan yang terkait dengan kepemimpinannya perlu diperhatikan secara mendalam untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Riau dan seluruh warga Riau," ungkap Fauzi yang sudah malang melintang dalam dunia aktifis nasional ini.


Dia menambahkan background Brigadir Jenderal TNI (Purn) H Edy Natar Nasution sebagai seorang purnawirawan TNI-AD yang kaya pengalaman dan memiliki riwayat karir yang cemerlang, dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat Riau. Keterlibatannya dalam berbagai penugasan di dalam dan luar negeri menunjukkan dedikasi dan keahliannya dalam bidang pertahanan dan keamanan yang dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat.


"Langkah politik yang strategis. Pengalaman dan jaringan yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk membangun kerjasama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, serta memperkuat posisinya dalam memimpin daerah dengan efektif dan efisien,' katanya.


Riwayat pengabdian H Edy Natar di berbagai misi internasional menunjukkan keterlibatannya dalam isu-isu global. Keterampilan diplomasi dan pemahaman yang luas terhadap dinamika geopolitik akan menjadi nilai tambah dalam mempertahankan keamanan dan stabilitas regional di Riau.


Dalam suatu kesempatan, Edy Natar Nasution telah menyatakan niatnya maju di Pilkada Gubernur Riau. "Insya Allah Saya maju," ujarnya kepada berazamcom beberapa waktu lalu.


Berikut profil lengkap Edy Natar Nasution


Brigadir Jenderal TNI (Purn) H Edy Afrizal Natar Nasution SIP (lahir 29 Mei 1961), adalah seorang purnawirawan TNI-AD yang mulai menjabat sebagai Gubernur Riau sejak 27 November 2023.


Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau dan memiliki jabatan terakhir di militer sebagai Komandan Korem 031/Wirabima.


H Edy Natar merupakan anak ketujuh dari sebelas bersaudara, lahir dari pasangan H Achmad Natar Nasution (asal Pasir Pangaraian, Rokan Hulu Riau) dan Hj Chairani binti Djadin (asal Pasir Pangaraian, Rokan Hulu Riau).


Setelah lulus dari Akademi Militer pada tahun 1984 dan Seskoad pada tahun 1998, H Edy Natar menjabat sebagai Danrem 031/Wirabima di Riau pada tahun 2017.


Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Itjenad pada tahun 2015.


Selama kariernya, H Edy Natar juga melaksanakan berbagai penugasan di dalam dan luar negeri.


Beberapa di antaranya termasuk Operasi Timor-Timur pada tahun 1985-1988 sebagai Komandan Peleton (Danton) Pemburu, Operasi Timor-Timur pada tahun 1991 sebagai Komandan Kompi, dan Operasi pengamanan perbatasan Papua-Ppn tahun 2000.


Selain itu, sebagai seorang perwira, H Edy Natar juga pernah menjalankan tugas di luar negeri, termasuk ke India, Iran, Pakistan sebagai Atase Pertahanan pada tahun 2007, ke Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol pada tahun 2010, dan ke Amerika Serikat dan Brasil pada tahun 2014.


Riwayat pendidikan H Edy Natar meliputi SD Negeri 1 Bengkalis/Riau (1974), SMP Negeri 1 Bengkalis/Riau (1977), SMA Negeri 1 Pekanbaru/Riau (1980), Akademi Militer Magelang/Jateng (1984), dan S1 Universitas Terbuka (1996).


Berikut adalah beberapa jabatan yang pernah diemban oleh H. Edy Natar selama kariernya:


Komandan Peleton Ban B Yonif 406/Candra Kusuma/Purbalingga, Jawa Tengah (1985)


Komandan Kompi Senapan C Yonif 401/Banteng Raider/Semarang, Jawa Tengah (1990)


Komandan Batalyon 515/Ugra Tapa Yudha Kostrad/Jember, Jawa Timur (1998)


Kasi Ops Korem 041/Gamas/Bengkulu (2000)


Komandan Kodim 0402/OKI/Sumatera Selatan (2001)


Irdya Itops Inspektorat Jenderal TNI/Jakarta (2003)


Irutter Itops Inspektorat Jenderal TNI/Jakarta (2013)


Inspektur Umum Inspektorat Jenderal TNI AD/Jakarta (2015)


Komandan Korem 031/Wirabima/Riau (2017)


Penasehat Ikanas Riau


Wakil Gubernur Riau (2019–2023) Gubernur Riau (2023–2024).

(Alv/M.ritonga)

×
Berita Terbaru Update