Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks di era saat ini. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Jum’at (30/1/2026).
Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, menyampaikan bahwa pemuda merupakan aset bangsa sekaligus agen perubahan yang memiliki peran sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Namun demikian, realitas yang dihadapi generasi muda saat ini masih dibayangi berbagai persoalan sosial.
“Pemuda saat ini dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, mulai dari kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, hingga maraknya judi online. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian dan penanganan bersama,” ujarnya.
Faishal mengatakan, meningkatnya berbagai kasus sosial yang melibatkan remaja, khususnya di DIY, menjadi sinyal bahwa diperlukan ruang-ruang pembinaan yang mampu mengarahkan potensi pemuda ke arah yang lebih positif dan produktif. Menurutnya, peran keluarga, lingkungan, serta pemangku kepentingan sangat menentukan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Problematika pemuda tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, organisasi kepemudaan, dan masyarakat secara luas,” katanya.
Lebih lanjut, Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” ini dirancang sebagai ruang dialog yang konstruktif. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan untuk memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan sosial.
“Melalui seminar ini, kami ingin mendorong pemuda agar lebih terlibat aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur daerah, sehingga mereka tidak terjebak pada perilaku menyimpang,” jelas Faishal.
Kegiatan seminar nasional ini terselenggara melalui kolaborasi antara RKP DIY dan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gadjah Mada). Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Adapun narasumber yang hadir antara lain Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI), Dr. Ismail Suwardi Wekke (Sekretaris Senat STEBI Al-Mukhsin), Ruly Artha (General Manager Bandara YIA), serta Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo). Kegiatan ini turut dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama).
Faishal mengungkapkan, seminar tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga relawan sosial. Keberagaman latar belakang peserta diharapkan mampu memperkaya sudut pandang diskusi serta memperkuat kolaborasi pemuda dalam merespons arah pembangunan daerah.
“Dengan latar belakang peserta yang beragam, kami berharap lahir gagasan-gagasan segar dan kolaboratif untuk menjawab tantangan sosial yang ada,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengaruh negatif lingkungan dan media sosial yang tidak terkelola dengan baik turut berkontribusi terhadap munculnya berbagai permasalahan di kalangan remaja, seperti kekerasan, penyalahgunaan miras, narkoba, hingga judi online. Oleh sebab itu, seminar nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi pemuda untuk bergerak, berkegiatan positif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kami optimistis generasi muda mampu menghadapi tantangan sosial dan mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. (Fqh).
