Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gavriel Sangkakala, Produser Muda Yogyakarta yang Ingin Wariskan Musik Anak Penuh Makna

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T04:57:34Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Di tengah arus industri musik yang terus bergerak cepat, nama Gavriel Sangkakala Suherman perlahan namun pasti membangun jejaknya sendiri. Lahir di Yogyakarta, 16 Desember 2001, ia memilih jalur yang tak banyak digarap musisi muda: menjadi produser dan pencipta lagu anak dengan kualitas musikal yang serius dan visi jangka panjang.


Lulusan cumlaude Program Studi Penciptaan Musik, Mayor Piano Pop Jazz, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) pada 2024 dengan IPK 3,81 ini menutup masa studinya lewat karya skripsi bertajuk “Arti Kehidupan”, sebuah komposisi lagu anak dengan pendekatan eksploratif pada aspek ritme intramusikal dalam format ansambel campuran. Sejak awal, ia memang ingin membuktikan bahwa lagu anak bisa dikemas dengan kedalaman musikal tanpa kehilangan keceriaan.


Perjalanan Gavriel sudah dimulai sejak remaja. Pada 2018, ia meraih Juara 1 Essex Indonesia Piano Competition serta Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SMA dalam ajang Temu Kolese se-Indonesia. Di usia yang sama, ia mulai mengajar piano. Hingga kini, sekitar 50 murid dari berbagai daerah—dari anak usia 3 tahun hingga 72 tahun—pernah merasakan sentuhan pengajarannya.


Di balik layar, kiprah Gavriel semakin terasa. Ia telah mengaransemen ratusan lagu anak Indonesia dengan total sekitar 25 juta tayangan di berbagai platform digital. Salah satu karya yang paling dikenal publik adalah “Samantha Papa Mama” bersama Evelyn Samantha yang menembus sekitar 12 juta views di YouTube. Kolaborasinya bersama Miel Caerol dalam album Kesukaanku juga menjadi sorotan, terutama setelah proyek tersebut turut mengantarkan Miel meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pencipta Lagu Anak Termuda Indonesia 2025. Dalam momen tersebut, Gavriel dipercaya sebagai Music Director yang memainkan aransemen album secara langsung di hadapan media nasional.


Tak hanya berkutat di studio, Gavriel juga aktif sebagai performer piano jazz. Ia tampil di Ngayogjazz 2023 dan 2025, serta pada 2026 ambil bagian dalam Gospel International Festival (GIFEST 2026), mengiringi Hillsong Australia dan Andy Ambarita, serta berbagi panggung dengan Ron Kenoly dan Israel Houghton. Baginya, tampil di panggung adalah cara lain untuk memperkaya rasa sebelum kembali mencipta.


Semangat kewirausahaan pun ia wujudkan lewat pendirian GG Production (VIEL), sebuah brand produksi yang berfokus pada musik anak, Pop-Jazz, dan rohani. Sejak 2024 ia dipercaya sebagai Korg Demonstrator, dan pada 2026 menjadi Key Opinion Leader untuk Hercules Stand KS-410B Double. Di dunia digital, ia membangun interaksi kreatif melalui akun Instagram @gavriel_sangkakala sejak 2022.


Namun lebih dari sekadar angka dan panggung, Gavriel memegang filosofi yang ia jalani setiap hari: “Kesempatan Takkan Terulang untuk Melayani.” Ia meyakini bahwa setiap karya adalah berkat yang pada akhirnya harus kembali menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Bagi Gavriel, musik bukan hanya produk industri, melainkan milestone dan warisan yang kelak dikenang generasi berikutnya.


Ke depan, ia menargetkan penguatan posisinya sebagai produser dan pencipta lagu anak di tingkat nasional, sekaligus membangun production house lagu anak dan rohani yang berdampak luas. Dengan langkah yang konsisten dan visi yang jelas, Gavriel Sangkakala perlahan menegaskan satu hal yaitu musik anak Indonesia masih punya masa depan cerah dan ia ingin menjadi bagian penting di dalamnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update