Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Tebak-Tebakan! Nyeri Dada Panas atau Serangan Jantung? Kenali Bedanya Sebelum Terlambat

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T07:06:53Z

 

Jakarta, ISUETERKININEWS.COM – “Dada sakit, kalau mau tarik napas dalam-dalam susah dan sakitnya tidak nyaman, sampai kepikiran lama (anxiety), mikir kena penyakit jantunglah, paru-paru lah... sampai-sampai takut mati.” Curahan hati seorang netizen ini mewakili kepanikan yang dirasakan banyak orang ketika nyeri dada tiba-tiba menyerang.


Pertanyaan yang kerap muncul pun sama: apakah ini hanya asam lambung biasa, atau pertanda serangan jantung yang berbahaya?


Di tengah kebingungan tersebut, tak sedikit orang memilih melakukan diagnosis mandiri. Padahal, langkah ini bisa berujung fatal. Media sosial pun dipenuhi kisah serupa—mereka yang awalnya mengira hanya “masuk angin” atau maag, ternyata menghadapi kondisi medis yang lebih serius.


Salah satu pengguna Twitter, @AntoniusCDN, sempat viral setelah mengingatkan bahaya salah kaprah antara “masuk angin” dan “angin duduk”.


“Asal main minum obat tradisional padahal gejalanya serius, bisa fatal... Ingat obat tradisional bukan obat jantung,” tulisnya.


Kepanikan serupa juga dibagikan pengguna TikTok @mukenxprvqo yang mengira nyeri dada akibat GERD hanyalah masuk angin.


“Pernah banget kena GERD, yang awalnya saya kira masuk angin kemudian minum obat tradisional. Buset, rasanya kayak mau nggak ada aja. Sakit sekali,” tulisnya.


Menurut artikel kesehatan di platform Halodoc yang ditinjau oleh dr. Fadhli Rizal Makarim, kemiripan gejala antara gangguan asam lambung dan serangan jantung terjadi karena posisi kerongkongan dan jantung yang berdekatan.


“Nyeri dada akibat GERD memang mirip dengan serangan jantung, karena sama-sama menimbulkan sensasi perih dan tekanan di dada,” tulis artikel tersebut. Namun, terdapat perbedaan mendasar yang wajib dikenali masyarakat.


Nyeri Dada karena GERD (Heartburn)


Sensasi: Terasa panas atau terbakar di dada.


Pemicu: Biasanya muncul setelah makan (terutama makanan pedas atau berlemak), saat membungkuk, atau ketika berbaring.


Gejala Penyerta: Rasa asam atau pahit di mulut, perut terasa kembung.


Respons terhadap Obat: Umumnya mereda setelah minum antasida atau obat penurun asam lambung.


Nyeri Dada karena Jantung (Angin Duduk/Serangan Jantung)


Sensasi: Terasa seperti ditekan, diremas, atau dihimpit benda berat.


Pemicu: Bisa terjadi kapan saja, sering kali saat aktivitas fisik atau stres emosional.


Gejala Penyerta: Sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, serta nyeri yang menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang.


Respons terhadap Obat: Tidak membaik dengan obat maag.


Dalam artikel lainnya, Halodoc juga menegaskan bahwa angin duduk atau angina pektoris merupakan kondisi serius akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.


“Tak sedikit orang yang tidak tahu perbedaan antara masuk angin dan angin duduk. Walaupun gejalanya mirip, angin duduk bisa lebih membahayakan ketimbang masuk angin,” tulisnya.


Fenomena yang ramai di media sosial menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri dada panas sebagai keluhan ringan. Padahal, salah langkah dalam menilai gejala bisa berujung pada keterlambatan penanganan medis.


Mengandalkan obat bebas atau ramuan tradisional tanpa memastikan diagnosis yang tepat adalah risiko besar, terutama jika nyeri tersebut berkaitan dengan gangguan jantung.


Para ahli mengingatkan, apabila nyeri dada disertai gejala seperti sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar, segera cari pertolongan medis. Lebih baik melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dan memastikan kondisi aman, daripada menyesal di kemudian hari.


Nyeri dada bukanlah keluhan yang boleh ditebak-tebak. Mengenali perbedaannya bisa menjadi langkah awal menyelamatkan nyawa. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update